Toyota Kemungkinan Me-"recall" Prius

Kompas.com - 04/02/2010, 16:56 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Toyota Motor Corporation (TMC) kemungkinan me-recall atau menarik kembali dan memperbaiki mobil Prius, mobil hibrida paling laku di dunia saat ini, setelah pemerintah Jepang memerintahkan penyelidikan terhadap sistem remnya.

"Kemungkinan recall ada," kata juru bicara TMC, Takanori Yokoi, di Tokyo, Kamis ini, ketika dihubungi Bloomberg melalui telepon. Perusahaan sedang mempertimbangkan melakukan recall.

Recall terhadap Prius Gen-3 diperkirakan akan membawa krisis pada pasar Toyota di Jepang dan memudarkan reputasi flagship Toyota tersebut.

"Recall Prius merupakan masalah baru bagi Toyota," kata Yuuki Sakurai, CEO Fukoku Capital Management Inc, di Tokyo. "Manajemen Toyota boleh jadi telah memutuskan untuk me-recall Prius. Karena masalahnya muncul terus bertambah."

"Toyota telah menyelidiki 77 laporan di Jepang dan 8 di Amerika Utara," jelas Yokoi. Komplain dari pengemudi adalah rem yang tidak bekerja penuh atau kurang pakem ketika melewati jalan bergelombang atau berlubang. Keluhan itu dilaporkan pemakai Prius kepada website Kementerian Transportasi Jepang.

Sementara itu, di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) telah menerima sejumlah komplain ketidaksempurnaan tersebut.

"Ada komputer kecil di dalam rem dan Toyota telah melakukan penyetelan dan pengembangan," kata Menteri Ekonomi Masayuki Naoshima, Rabu kemarin, setelah bertemu dengan Eksekutif Wakil Presiden TMC, Sinichi Sasaki, berdasarkan keterangan di NHK. "Untuk mobil yang dirakit sekarang ini di pabrik telah dilakukan penyelidikan."

Toyota diminta pemerintah Jepang menyelidiki masalah rem pada Agustus lalu, demikian dikatakan Shunsuke Miaoka, seorang pejabat resmi Kementerian Transportasi Divisi Recall, Rabu kemarin.

Makin banyak
"Dealer kami telah menerima banyak komplain. Kami sedang berusaha keras mencari akar masalahnya dan kami mempertimbangkan untuk meningkatkan pengontrolan terhadap mobil yang dikirimkan pelanggan kami," kata Sasaki Fuji News Network.

"Prius telah menciptakan citra bagi Toyota dalam pengembangan dan lingkungan," kata Yasushiro Matsumoto, seorang analis di Shinsei Securities, di Tokyo. "Ini dapat memudarkan citra bagus yang telah dibangun Toyota."

Presiden Toyota Akio Toyota menyebut Prius—yang juga dipakai oleh aktor Titanic, Leornado DiCaprio, dan salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak—sebagai model masa depan. Sementara itu, komplain Wozniak tentang Toyota Prius yang tiba-tiba berakselerasi mendadak juga dipublikasi berbagai media internasional, Rabu kemarin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau