Foton Tunjuk Indonesia Jadi Basis Produksi

Kompas.com - 04/02/2010, 18:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen mobil asal China terus ekspansi pasar ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Setelah Geely, kini giliran Foton yang akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar regional ASEAN.

PT Foton Mobilindo (Modern Group), selaku ATPM mobil Foton di Indonesia berencana menggandeng pihak prinsipal di China, Beiqi Foton Motor Company Limited untuk memulai pendirian pusat perakitan baru. Bahkan, studi kelayakan (feasibility studies) untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mulai bergulir sejak awal 2009.

"Rencananya Indonesia akan dipilih menjadi basis produksi di ASEAN, tapi mereka (Foton) juga tengah mempertimbangkan Thailand. Cuma, di Indonesia mereka sudah melakukan studi kelayakan dan menjual produk melalui kami. Sementara di Thailand masih belum apa-apa, Indonesia masih berkesempatan besar," papar Charles Honoris selaku Direktur PT Foton Mobilindo di Jakarta, Kamis (4/2/2010).

Persiapan pendirian pabrik baru Foton di Indonesia dimulai dengan penjajakan pasar yang dilakukan Foton Mobilindo dengan memasukkan produk MPV dan Truk Berat (Kategori V) ke Indonesia sejak tahun lalu. Bahkan tahun ini, Foton berencana menambah dua produk lainnya yakni Midi dan MPX yang juga masuk ke segmen low dan medium MPV.

Untuk merealisasikan investasi, prinsipal telah melihat potensi lokasi pabrik di Cikande, Serang, Provinsi Banten seluas 1,1 hektare. Untuk tahap awal, investasi diperkirakan akan mencapai Rp100 miliar (sekitar 10,5 juta dolar AS).

"Rencananya kita akan joint venture untuk bikin pabrik di sini. Kalaupun nanti kepemilikan saham lebih besar prinsipal, ya tak masalah. Justru membuat beban tanggung jawab lebih di mereka. Arahnya, kami ingin tetap fokus memegang pemasaran, sementara mereka di kegiatan manufacturing (produksi), " papar Charles.

Dijelaskan, ada dua skema bisnis yang coba dilakukan Foton Mobilindo untuk merakit produk secara lokal (completely knocked-down/CKD) di Indonesia. Pertama, membangun pabrik dengan membentuk perusahaan gabungan. Kedua, menunjuk pabrikan lokal untuk menitip produksi tanpa harus membangun pusat produksi baru.

"Semua masih dibicarakan, rencananya akhir tahun ini sudah bisa direalisasikan CKD yang ada untuk produk Midi dan MPX. Bisa nitip atau bangun pabrik sendiri," tukas Charles.

Saat ini, Foton Mobilindo merakit Foton View di pabrik milik PT Gaya Motor di Sunter, Jakarta Utara.

Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Departemen Perindustrian (Depperin) Panggah Susanto mengaku belum mendapatkan informasi mengenai rencana Foton mendirikan pabrik di Indonesia. Panggah berharap, rencana tersebut bisa terlaksana dengan lancar dan akan memperoleh dukungan penuh pemerintah.

"Sampai sekarang belum ada kabar, mudah-mudahan ini benar dan Foton serius. Pada dasarnya kita terbuka untuk siapa saja masuk ke Indonesia," tukas Panggah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau