Soal Nuklir, Abang Sam Masih Senang "Mencla-mencle"

Kompas.com - 04/02/2010, 19:26 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Saeed Jalili, mengecam Amerika Serikat atas kebijakan standar ganda menyangkut masalah nuklir. "AS selalu menghalangi kemajuan program nuklir Iran, sementara Washington menjalin kerja sama dengan negara-negara yang secara terang-terangan mengumumkan produksi senjata atom mereka dan tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT)," kata Jalili dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri India, Nirupama Rao, di Teheran, Rabu (4/2/2010).
   
Meskipun India menolak menandatangani NPT, AS menandatangani perjanjian dengan negara itu untuk membangun instalasi pembangkit nuklir di negara Asia selatan itu.
   
Jalili mengatakan AS, yang jelas-jelas menggunakan senjata nuklir melawan orang dan kini sedang melakukan uji coba generasi baru senjata nuklir, tidak berhak menyatakan bahwa pihaknya prihatin tentang aktivitas nuklir tujuan damai negara lain.
   
Jalili juga menyalahkan negara-negara Barat terutama Inggris yang menciptakan ketidakamanan dan ketidakstabilan di Afganistan. "Iran selalu mengedepankan bantuan kemanusiaan dan pendekatan kolektif dalam memecahkan krisis kawasan," katanya.
   
Sementara itu, Menlu Nirupama Rao menegaskan bahwa Iran memainkan peranan penting di kawasan ini dan menyerukan agar mempererat hubungan dengan Teheran.
   
Kunjungan perempuan Menlu India ke Iran ini merupakan pertama kali sejak ia menjabat sebagai menteri luar negeri.
   
Sebelumnya, AS memperingatkan Iran bahwa Desember 2009 adalah batas waktu terakhir setelah Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengabaikan ultimatum internasional mengenai program nuklirnya.
     
AS dan Perancis mengulangi lagi seruannya, agar Teheran menerima kesepakatan yang dirancang oleh pengawas nuklir PBB, untuk menukar uraniumnya yang telah diperkaya dengan bahan bakar nuklir pada akhir tahun lalu atau menghadapi ancaman sanksi berikutnya.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau