India Usulkan Pembicaraan Damai dengan Pakistan

Kompas.com - 04/02/2010, 23:57 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India mengusulkan dilakukannya perundingan tingkat menteri luat negeri dengan Pakistan. Ini sebagai terobosan baru dimulainya hubungan yang lebih baik sejak tragedi serangan di Mumbai tahun 2008 lalu.

Menteri luar negeri Pakistan menyambut tawaran itu, meski ia mengatakan saat ini masih terlalu dini untuk mengumumkan tanggalnya. Usulan India itu merupakan pergeseran signifikan.

Selama ini, New Delhi memang gigih menolak kembalinya pembicaraan sampai Islamabad membawa orang-orang yang berada di balik serangan Mumbai untuk diadili. "India akan memasuki diskusi ini dengan pikiran terbuka," sumber pejabat pemerintah India kepada AFP.

"Kita akan mengangkat isu-isu yang relevan dari pihak kami. Kontra-terorisme akan dibangkitkan, serta isu-isu lain yang akan memberi kontribusi untuk menciptakan suasana perdamaian dan stabilitas antara kedua negara. "

India dan Pakistan melancarkan dialog damai pada tahun 2004 yang membantu menurunkan ketegangan antara kedua negara Asia Selatan yang bersaing dalam pengembangan senjata nuklir itu, terutama di wilayah sengketa Kashmir.

Tapi pembicaraan itu putus setelah serangan bersnejata kelompok militan pada November 2008 di Mumbai yang menewaskan 166 orang. India menuding kelompok Laskar e Taiba (LET) yang berbasis di Pakistan sebagai dalangnya.

Sejumlah pengamat asing menilai perundingan tingkat menteri tidak membawa banyak perubahan, tetapi ini adalah awal menuju langkah yang lebih baik.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengatakan kepada saluran televisi swasta Geo: "Kami berharap bahwa pembicaraan awal ini positif dan kita bisa mulai dari titik di mana itu sudah rusak."

Hal yang baru sebenarnya saat ini adalah kemauan politik. Kedua negara telah menunjukkan adanya kemauan politik untuk berubah.

Berita tentang tawaran itu datang sehari setelah India mengumumkan bahwa Menteri Dalam Begeri, P Chidambaram, akan pergi ke Pakistan bulan ini untuk pertemuan regional.
Dia akan menjadi anggota kabinet pertama yang menyeberangi perbatasan sejak serangan Mumbai.

Meskipun masyarakat internasional memuji India yang menahan diri atas serangan Mumbai, tekanan telah berkembang untuk New Delhi untuk kembali terlibat dengan Islamabad terkait situasi di Afganistan.

Para pejabat Pakistan telah mendorong Washington untuk membujuk India untuk melanjutkan dialog. Mereka mengklaim Al Qaida dan Taliban juga akan membuat ancaan bagi negara itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau