Warga Uighur Sulit Cari Penampungan

Kompas.com - 05/02/2010, 06:00 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Kendati pemerintah Swiss menerima kehadiran warga Uighur yang baru dilepas dari tahanan Guantanamo, ternyata tidak mudah memberikan mereka tempat penampungan.

Seorang pengacara untuk salah satu bekas tahanan Uighur itu mengatakan tim masih mencari rumah yang sesuai bagi warga minoritas China tersebut setelah Beijing marah lantaran Swiss menerima kehadiran dua orang ini.

Seperti diwartakan sebelumnya, Swiss memutuskan akan membawa sejumlah warga Uighur ini dari penjara Guantanamo karena mereka telah dibebaskan dari kesalahannya. Beberapa orang disebar ke Albania, Bermuda dan daerah-daerah lainnya. "Sedangkan lima sisanya, saat ini belum ada tawaran," kata Susan Baker Manning, seorang pengacara yang mewakili Hammad Memet, salah satu dari lima laki-laki itu.

"Kami telah melakukan upaya untuk mencoba mencari resolusi lain untuk klien kami," katanya, sambil menolak untuk mengomentari spesifik.

"Ini sangat sulit bagi setiap negara yang bersedia memberikan tempat perlindungan orang-orang ini, karena tekanan besar China terhadap orang-orang yang melakukan protes," katanya.

Seperti diketahui, Presiden Barack Obama telah berjanji untuk menutup pusat penahanan Teluk Guantanamo. Tapi dia telah bertemu oposisi, bahkan dalam kasus Uighur ini. Para anggota parlemen menolak warga Uighur itu ditempatkan di Amerika, meskipun pihak berwenang mengatakan mereka tidak menimbulkan risiko.

Menurut otoritas setempat, sejumlah orang yang keluar dari Guantanamo telah mendirikan kamp di Afganistan dan berbalik menjadi kelompok militan. China telah meminta kembali mereka yang pernah ditahan itu, tetapi Amerika Serikat telah menolak, karena takut mereka akan menghadapi penyiksaan.

China telah menekan negara-negara lain untuk tidak menerima mereka dan memperingatkan bahwa keputusan Swiss untuk memberikan suaka kepada dua Uighur akan merusak hubungan.

Uighur adalah daerah wilayah barat laut China, Xinjiang, yang didominasi Muslim. Banyak warga Uighur yang kritis terhadap pemerintahan China, lantaran hak-hak politik dan beragama mereka ditindas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau