Pengantar Makanan Tewas Dilindas Truk

Kompas.com - 05/02/2010, 14:51 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Sulaiman (27), seorang pengantar makanan dari PT Afac Catering, Jumat (5/2/2010), tewas mengenaskan di Jalan Raya Teuku Umar Fly Over Cikokol, Kota Tangerang.

Kepala warga Kampung Pondok Aren RT 04 RW 02 Parigi Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, itu remuk akibat terlindas truk. Malang bagi Sulaiman, truk dengan kecepatan tinggi langsung melindasnya secara tidak bertanggung jawab dan kabur.

Menurut keterangan saksi mata, Nasar (60), kecelakaan itu berawal saat korban mengendarai motor Yamaha Mio nomor polisi B 6440 NOT yang melintas di jembatan layang itu. Dengan kecepatan tinggi, korban menyalip sebuah mobil angkutan kota yang berada di depannya.

Sayangnya, karena barang bawaannya yang berupa rantang berisi nasi dan lauk-pauk terlalu banyak, ketika akan mendahului angkutan kota itu, motor yang dikendarai Sulaiman oleng hingga terjatuh.

Korban belum sempat berdiri, tiba-tiba datang truk dengan kecepatan tinggi dari arah belakang korban dan langsung menabrak korban. Tubuh dan kepala korban terlindas ban truk tersebut.

"Truknya langsung kabur," cerita Nasar yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor. Nasar juga tidak sempat melihat pelat nomor polisi truk tersebut karena melaju dengan kecepatan tinggi.

Akibat kecelakaan itu, Jalan Raya Teuku Umar macet sepanjang tiga kilometer.

Korban bekerja sebagai kurir di PT Afac Catering yang beralamat di Jalan Kramat Raya RT 03 RW 05 Nomor 25 Ciledug, Kota Tangerang. Menurut salah seorang pegawai di PT Afac Catering, Rumdana, hari ini korban akan mengantarkan pesanan makanan ke PT Biru Fast Food di Tangerang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau