Dubai, Jumat
”Perdana Menteri Israel menjadi orang pertama yang diburu untuk keadilan karena dialah satu-satunya yang menandatangani keputusan untuk membunuh Mahmud al Mabhuh di Dubai. Kami akan mengeluarkan surat perintah penangkapan atas dirinya,” kata Tamim.
Mabhuh mati tercekik, tersengat aliran listrik, dan darahnya terkena racun.
Hamas menyalahkan Israel atas tewasnya Mabhuh, salah satu komandan militer top Hamas, di sebuah hotel di Dubai, bulan lalu. Mabhuh menjadi otak penangkapan tentara Israel tahun 1980-an selama perlawanan Palestina.
Kepolisian Uni Emirat Arab menyatakan, mereka mencurigai ”geng penjahat” asing yang membunuh Mabhuh di kamar hotelnya. Polisi juga tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan Mossad.
Tamim tidak memberi indikasi bahwa polisi memiliki bukti atas keterlibatan Mossad. Akan tetapi, komentar dia kepada surat kabar itu merefleksikan keyakinan luas bahwa Mossad membunuh Mabhuh.
Seperti kebanyakan negara Arab, Uni Emirat Arab (UAE) tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Warga Israel tidak diperbolehkan masuk ke negara itu, seperti petenis Shahar Peer saat dia akan mengikuti turnamen di Dubai. Namun, UAE berbisnis dengan perusahaan Israel dan menjamu para pejabat Israel.