Harimau Keluarga Unique Priscilla Dipersoalkan

Kompas.com - 06/02/2010, 09:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keberadaan harimau di rumah keluarga artis Unique Priscilla dipersoalkan petugas dari Kementerian Kehutanan. Kamis (4/2/2010) malam, beberapa petugas dari BKSDA Kemhut mendatangi rumah orangtua Unique di Ciputat, Tangerang. Mereka ditemui ayah Unique, Koesbanu. Unique tidak berada di rumah tersebut.

Di rumah itu memang terdapat lima ekor harimau. Dua di antaranya harimau dewasa berusia 25 tahun, satu jantan dan satu betina. Ada juga, tiga ekor anak harimau yang masih berusia tiga bulan.

Sebenarnya sudah lama diketahui bahwa keluarga Unique memelihara harimau. Beberapa media juga pernah mengekspos hal itu. Menurut Koesbanu, ia memelihara "Si Raja Hutan" itu sudah sejak tahun 1985. Namun, baru kemarin ada persoalan.

Koesbanu merasa hewan peliharaannya bukanlah hewan ilegal. la juga tahu hewan yang termasuk langka dan dilindungi, termasuk harimau sumatera. Nah, Koesbanu merasa harimaunya tidak ada masalah karena selain punya surat-suratnya,
hewan itu juga bukan harimau sumatera, melainkan harimau bengala dari India.

"Hewan yang masuk kategori apendiks 1 atau yang langka dan dilindungi memang tidak bisa dipelihara secara pribadi, tapi hanya bisa dipelihara oleh penangkaran yang ada izinnya dari pemerintah. Namun, yang saya pelihara bukan harimau sumatera. Silakan periksa, dari fisiknya saja sudah kelihatan. Saya juga enggak mau pelihara harimau sumatera karena memang sudah langka dan tinggal 400 ekor," katanya, Jumat (5/2/2010).

Koesbanu menjelaskan, sejak pertama kali memelihara harimau, ia sudah berhasil membiakkan binatang itu hingga 15 ekor. "Sudah banyak yang saya kasih ke banyak orang, termasuk ke Ragunan dan Taman Safari," kata kakek tiga cucu itu.

Maka, Koesbanu mengaku keberatan jika harimau miliknya bakal disita atau dipindahkan. "Saya tidak masalah dengan penerapan aturan, tapi yang jelas. Saya hanya ingin tahu sejauh mana tanggung jawab terhadap keamanan dan kesehatan harimau ini jika  diperiksa atau sampai dipindahkan karena saya pelihara ini sejak masih anakan di tahun 1985," tegasnya.

Hingga Jumat (5/2/2010) petang, dua harimau dewasa milik Koesbanu memang belum dibawa oleh petugas. Akan dilakukan dulu tes DNA binatang tersebut untuk membuktikan apakah hewan itu harimau sumatera ataukah harimau jenis lain. (cel)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau