SEMARANG, KOMPAS.com — Wapres Boediono menyatakan, karakter sebuah bangsa tidak dibangun dalam waktu satu atau dua hari atau bulanan saja, melainkan dalam waktu yang panjang dan terus-menerus.
Hal itu disampaikan Boediono saat memberikan pengarahan di SMA Negeri 3 di Jalan Pemuda No 49, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2010) pagi.
Dalam acara itu Boediono didampingi sejumlah menteri, di antaranya
Mendiknas Mohammad Nuh, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menag Suryadharma Ali, dan Menneg BUMN Mustafa Abubakar.
Istrinya, Ny Herawati, tidak ikut menyertainya. Boediono juga disambut oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo serta puluhan pelajar SMA negeri dan swasta se-Semarang.
"Karakter bangsa dibangun dari tekad anak-anak sendiri, lingkungan sekolah dan keluarga, serta lingkungan masyarakat," kata Boediono.
Boediono mengatakan, proses tersebut merupakan proses yang berkelanjutan dan terus- menerus.
"Kejujuran dan keteladanan keluarga dan pimpinan bisa menjadi panutan bagi anak-anak dalam membangun karakter anak-anak di masa datang," ujar Boediono.
Menurut Boediono, kunjungannya ke sekolah dan berdialog dengan siswa-siswi serta pelajar lainnya memang selalu dilakukan.
"Saya selalu bilang kepada staf saya, kalau saya melakukan kunjungan ke luar daerah, agendakan acara berdialog dengan anak-anak sekolah karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang karakternya harus selalu dibangun," tambah Boediono.
Menjawab pertanyaan seorang siswa yang mengaku rekan-rekannya membenci sebuah negeri tetangga lewat Facebook karena negara tersebut mengklaim salah satu budaya Indonesia sebagai miliknya, Boediono mengatakan, hal itu tidak perlu dilakukan.
"Hindari kecintaan terhadap negeri sendiri dengan tidak membenci negara lain. Jangan marah. Yang penting dalam membangun karakter diri dalam kaitan membangun karakter bangsa, menjaga warisan budaya, serta mengembangkannya sesuai dengan dinamika zaman adalah bagian dari membangun karakter bangsa," jelas Boediono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang