ISTANBUL, KOMPAS.com — Presiden Turki Abdullah Gul, Jumat (5/2/2010), mengatakan bahwa masalah Afganistan tak dapat diselesaikan hanya dengan cara militer. Gul mengeluarkan pernyataan tersebut sewaktu menyampaikan pertemuan tak resmi menteri pertahanan NATO dengan mitra Non-Blok mereka di Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) di Istanbul, Turki.
"Namun, pasukan asing akan meninggalkan Afganistan pada suatu hari. Mereka tak boleh meninggalkan negara yang porak-poranda, tapi satu negara yang utuh dengan semua lembaga berfungsi," kata Gul.
"Sebagai masyarakat internasional, kami perlu melanjutkan perjuangan kami melawan terorisme, ekstremisme, penyelundupan senjata, dan kejahatan terorganisasikan melalui kerja sama," katanya.
Ia menggarisbawahi prioritas mesti diberikan pada pelatihan pasukan Afganistan dan penyediaan senjata serta peralatan. Ia mengatakan, penggantian itu akan membuat penarikan pasukan asing jadi lebih mudah setelah menegakkan keamanan, perdamaian, dan kestabilan.
Dia mengatakan, Pasukan Bantuan Keamanan Internasional dan NATO memasuki Afganistan bukan untuk mengubah budaya, identitas, dan tradisi rakyat Afganistan.
Presiden Turki itu menyatakan, semua negara yang memberi sumbangan kepada pasukan internasional di Afganistan tersebut juga dapat membuat sekolah, rumah sakit dan jalan, dan menyatakan mereka tak boleh puas dengan menegakkan keamanan, tetapi juga harus berusaha menarik hati dan pikiran rakyat Afganistan.
Ia mengatakan hampir 15 juta anak di Afganistan memerlukan pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan pekerjaan dari masyarakat internasional.
Sementara itu, komisi PBB mengenai hak perempuan, Jumat, setelah pembicaraan di Jenewa, memperingatkan setiap pembicaraan perdamaian dengan gerilyawan Taliban di Afganistan harus melibatkan perempuan. "Setiap pembicaraan yang dilakukan dengan Taliban di Afganistan harus mencakup komitmen yang jelas untuk menghormati dan melindungi hak-hak perempuan," kata Komisi PBB mengenai Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan dalam sebuah pernyataan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang