Jangan Tinggalkan Afganistan Porak-poranda!

Kompas.com - 06/02/2010, 11:26 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com — Presiden Turki Abdullah Gul, Jumat (5/2/2010), mengatakan bahwa masalah Afganistan tak dapat diselesaikan hanya dengan cara militer. Gul mengeluarkan pernyataan tersebut sewaktu menyampaikan pertemuan tak resmi menteri pertahanan NATO dengan mitra Non-Blok mereka di Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) di Istanbul, Turki.

"Namun, pasukan asing akan meninggalkan Afganistan pada suatu hari. Mereka tak boleh meninggalkan negara yang porak-poranda, tapi satu negara yang utuh dengan semua lembaga berfungsi," kata Gul.

"Sebagai masyarakat internasional, kami perlu melanjutkan perjuangan kami melawan terorisme, ekstremisme, penyelundupan senjata, dan kejahatan terorganisasikan melalui kerja sama," katanya.

Ia menggarisbawahi prioritas mesti diberikan pada pelatihan pasukan Afganistan dan penyediaan senjata serta peralatan. Ia mengatakan, penggantian itu akan membuat penarikan pasukan asing jadi lebih mudah setelah menegakkan keamanan, perdamaian, dan kestabilan.

Dia mengatakan, Pasukan Bantuan Keamanan Internasional dan NATO memasuki Afganistan bukan untuk mengubah budaya, identitas, dan tradisi rakyat Afganistan.

Presiden Turki itu menyatakan, semua negara yang memberi sumbangan kepada pasukan internasional di Afganistan tersebut juga dapat membuat sekolah, rumah sakit dan jalan, dan menyatakan mereka tak boleh puas dengan menegakkan keamanan, tetapi juga harus berusaha menarik hati dan pikiran rakyat Afganistan.

Ia mengatakan hampir 15 juta anak di Afganistan memerlukan pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan pekerjaan dari masyarakat internasional.

Sementara itu, komisi PBB mengenai hak perempuan, Jumat, setelah pembicaraan di Jenewa, memperingatkan setiap pembicaraan perdamaian dengan gerilyawan Taliban di Afganistan harus melibatkan perempuan. "Setiap pembicaraan yang dilakukan dengan Taliban di Afganistan harus mencakup komitmen yang jelas untuk menghormati dan melindungi hak-hak perempuan," kata Komisi PBB mengenai Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan dalam sebuah pernyataan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau