JAKARTA, KOMPAS.com - Isu perombakan kabinet jelang pembacaan pandangan fraksi dalam persidangan Panitia Khusus Hak Angket DPR RI bak angin lalu. Pansus Century tetap akan membeberkan beberapa pelanggaran atas skandal Bank Century sejak merger dan akuisisi berlangsung.
"Saya kira tidak (ganggu), teman-teman di pansus masih segar, dan semangat," ujar anggota Pansus asal Partai Gerindra, Ahmad Muzani di Jakarta, Sabtu (6/2/2010).
Menurut Sekjen Partai Gerindra ini, pimpinan dan anggota Pansus terus berupaya membuka, dan membongkar hingga jelas. "Jadi saya bisa paham, bila ada partai yang akan mengatakan akan melakukan reshuffle," ucapnya.
Isu reshuffle bukan isapan jempol. Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin bahkan mengaku telah menyampaikan usulan evaluasi dan reshuffle kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menekan partai-partai perserta koalisi terkait sikap kadernya di Pansus Hak Angket Kasus Bank Century.
Saat mengajukan usulan tersebut Kamis (4/2) siang, Amir didampingi Ketua DPP Bidang Politik dan Otda Anas Urbaningrum serta Ketua DPP Bidang Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan Mohammad Jafar Hafsah. Dalam pertemuan itu Amir mengeluarkan unek-uneknya terkait sikap anggota parpol peserta koalisi di DPR dan bagaimana sikap tegas yang harus diambil.
Kendati hak merombak kabinet berada di tangan SBY, Muzani berharap SBY melakukan perombakan kabinet atas dasar kinerja menteri, dan bukannya kepentingan politik sesaat.
"Semoga bukan penilaian politik, tapi kerja saja," paparnya.
Muzani mengemukakan, Presiden Yudhoyono memiliki catatan, dan tolak ukur kinerja anggota kabinet sejak kontrak karya disepakati bersama. "Dia yang mengangkat, tentu memiliki tolak ukur," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang