Isu Reshuffle Tak Ganggu Pansus Century

Kompas.com - 06/02/2010, 18:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Isu perombakan kabinet jelang pembacaan pandangan fraksi dalam persidangan Panitia Khusus Hak Angket DPR RI bak angin lalu. Pansus Century tetap akan membeberkan beberapa pelanggaran atas skandal Bank Century sejak merger dan akuisisi berlangsung.

"Saya kira tidak (ganggu), teman-teman di pansus masih segar, dan semangat," ujar anggota Pansus asal Partai Gerindra, Ahmad Muzani di Jakarta, Sabtu (6/2/2010).

Menurut Sekjen Partai Gerindra ini, pimpinan dan anggota Pansus terus berupaya membuka, dan membongkar hingga jelas. "Jadi saya bisa paham, bila ada partai yang akan mengatakan akan melakukan reshuffle," ucapnya.

Isu reshuffle bukan isapan jempol. Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin bahkan mengaku telah menyampaikan usulan evaluasi dan reshuffle kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menekan partai-partai perserta koalisi terkait sikap kadernya di Pansus Hak Angket Kasus Bank Century.

Saat mengajukan usulan tersebut Kamis (4/2) siang, Amir didampingi Ketua DPP Bidang Politik dan Otda Anas Urbaningrum serta Ketua DPP Bidang Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan Mohammad Jafar Hafsah. Dalam pertemuan itu Amir mengeluarkan unek-uneknya terkait sikap  anggota parpol peserta koalisi  di DPR dan bagaimana sikap tegas yang harus diambil.

Kendati hak merombak kabinet berada di tangan SBY, Muzani berharap SBY melakukan perombakan kabinet atas dasar kinerja menteri, dan bukannya kepentingan politik sesaat.

"Semoga bukan penilaian politik, tapi kerja saja," paparnya.

Muzani mengemukakan, Presiden Yudhoyono memiliki catatan, dan tolak ukur kinerja anggota kabinet sejak kontrak karya disepakati bersama. "Dia yang mengangkat, tentu memiliki tolak ukur," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau