Bom Mobil Tewaskan 40 Peziarah Syiah

Kompas.com - 07/02/2010, 02:44 WIB

baghdad, sabtu - Dua bom mobil berdaya ledak tinggi menewaskan lebih dari 40 peziarah Syiah yang sedang berjalan di pinggiran kota suci Karbala, Irak, Jumat (5/2). Sekitar 154 peziarah lagi cedera serius, bahkan ada yang kritis dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa itu termasuk ledakan bom mobil terbesar ketiga yang mematikan dalam sepekan terakhir dengan sasaran utama golongan Syiah, mayoritas di Irak.

Pada saat itu, ratusan ribu peziarah sedang berjalan berkerumun dari sisi timur Karbala untuk merayakan upacara puncak tahunan keagamaan mereka.

Hari Sabtu merupakan hari suci Arbain, menandai berakhirnya hari berkabung selama 40 hari peringatan atas kematian Imam Hussein, tokoh Syiah yang amat dihormati. Konsentrasi jemaah Syiah menjadi target empuk bagi pelaku serangan bom.

Menurut pejabat Departemen Kesehatan Irak, serangan bom pertama berasal dari mobil yang sedang diparkir di salah satu dari tiga gerbang utama Karbala.

Ledakan pertama itu sudah cukup membuat peziarah panik dan kocar-kacir. Mereka kemudian malah terjebak lagi di jalan yang juga sudah dipasangi bom mobil kedua. Ledakan kedua lebih besar dan memakan korban lebih banyak lagi.

Tidak ada laporan tentang jumlah korban ledakan pertama. Hanya disebutkan, akibat dua ledakan dahsyat itu, ada lebih dari 40 peziarah tewas seketika.

Banyak bagian tubuh mereka tidak utuh lagi. Selain itu, menurut para pejabat setempat, ada 154 korban luka-luka.

Mematikan

Seorang aparat kepolisian menambahkan, tidak lama setelah dua ledakan itu, diikuti lagi bom bunuh diri di sebuah bus yang membawa peziarah ke Baghdad. Dalam insiden bom bunuh diri di bus itu, 2 orang tewas dan 13 orang lainnya luka-luka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Perdana Menteri Nouri al-Maliki menuduh Al Qaeda dan pendukung mantan Presiden Irak Saddam Hussein sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Kedua pihak mencoba mengacaukan keamanan menjelang pemilu, 7 Maret, dengan menyerang peziarah karena gagal menyerang para pejabat Irak.

Para pengikut Saddam gundah karena beberapa di antara mereka dilarang ikut pemilu.

Pasukan keamanan Irak telah meningkatkan perlindungan bagi peziarah, tetapi menghadapi kesulitan besar ketika mencoba menemukan oknum penyerang dalam keramaian peziarah itu.

Perayaan Arbain selalu merupakan peringatan keagamaan paling mematikan sejak 2007. Pada 2008 dan 2009, sebanyak 60 peziarah Syiah tewas. Pada 2007, jumlah peziarah Syiah yang tewas mencapai 340 orang. (AP/AFP/CAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau