baghdad, sabtu -
Peristiwa itu termasuk ledakan bom mobil terbesar ketiga yang mematikan dalam sepekan terakhir dengan sasaran utama golongan Syiah, mayoritas di Irak.
Pada saat itu, ratusan ribu peziarah sedang berjalan berkerumun dari sisi timur Karbala untuk merayakan upacara puncak tahunan keagamaan mereka.
Hari Sabtu merupakan hari suci Arbain, menandai berakhirnya hari berkabung selama 40 hari peringatan atas kematian Imam Hussein, tokoh Syiah yang amat dihormati. Konsentrasi jemaah Syiah menjadi target empuk bagi pelaku serangan bom.
Menurut pejabat Departemen Kesehatan Irak, serangan bom pertama berasal dari mobil yang sedang diparkir di salah satu dari tiga gerbang utama Karbala.
Ledakan pertama itu sudah cukup membuat peziarah panik dan kocar-kacir. Mereka kemudian malah terjebak lagi di jalan yang juga sudah dipasangi bom mobil kedua. Ledakan kedua lebih besar dan memakan korban lebih banyak lagi.
Tidak ada laporan tentang jumlah korban ledakan pertama. Hanya disebutkan, akibat dua ledakan dahsyat itu, ada lebih dari 40 peziarah tewas seketika.
Banyak bagian tubuh mereka tidak utuh lagi. Selain itu, menurut para pejabat setempat, ada 154 korban luka-luka.
Seorang aparat kepolisian menambahkan, tidak lama setelah dua ledakan itu, diikuti lagi bom bunuh diri di sebuah bus yang membawa peziarah ke Baghdad. Dalam insiden bom bunuh diri di bus itu, 2 orang tewas dan 13 orang lainnya luka-luka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Perdana Menteri Nouri al-Maliki menuduh Al Qaeda dan pendukung mantan Presiden Irak Saddam Hussein sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Kedua pihak mencoba mengacaukan keamanan menjelang pemilu, 7 Maret, dengan menyerang peziarah karena gagal menyerang para pejabat Irak.
Para pengikut Saddam gundah karena beberapa di antara mereka dilarang ikut pemilu.
Pasukan keamanan Irak telah meningkatkan perlindungan bagi peziarah, tetapi menghadapi kesulitan besar ketika mencoba menemukan oknum penyerang dalam keramaian peziarah itu.
Perayaan Arbain selalu merupakan peringatan keagamaan paling mematikan sejak 2007. Pada 2008 dan 2009, sebanyak 60 peziarah Syiah tewas. Pada 2007, jumlah peziarah Syiah yang tewas mencapai 340 orang.