Hilangkan Kawasan Rawan Kecelakaan

Kompas.com - 07/02/2010, 06:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan rawan kecelakaan dan banjir di DKI Jakarta, Kota Tangerang, Depok, dan Bekasi, akan dihilangkan. Langkah ini merupakan kesepakatan antara Polda Metro Jaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Hal ini disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Condro Kirono di Jakarta Timur, Sabtu (6/2/2010), seusai menggelar aksi peduli keselamatan. Aksi peduli ini dibuka Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Taman Lalu Lintas Bhayangkara, Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.

Fauzi berharap langkah ini berkelanjutan karena jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat setiap tahun. Ia juga berharap kegiatan ini bisa meningkatkan etika dalam berlalu lintas.

Condro memaparkan, kegiatan akan dilakukan kelompok yang dibentuk bupati, wali kota, dan kepala polisi lalu lintas setempat. Mereka bekerja sama memetakan kawasan rawan kecelakaan, banjir, dan macet. Setelah itu merancang prioritas perbaikan dari semua sisi. Apakah itu menyangkut perbaikan jalan, marka jalan, rambu dan lampu rambu lalu lintas, atau perubahan arus lalu lintas.

”Setelah satu titik selesai, dilanjutkan dengan titik rawan lainnya. Setiap tiga bulan, kami evaluasi. Kelompok terbaik akan mendapatkan penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya,” ujar Condro.

Titik rawan

Beberapa titik paling rawan, antara lain, di Jakarta Barat di jalan layang Pesing, Daan Mogot. Di Tangerang kabupaten ada di Jalan Daan Mogot Kilometer 22 jembatan Batuceper, di Tangerang kota di Jalan Gatot Subroto Kilometer 19-22 di pertigaan Kawindaran, Cikupa. Di Jakarta Utara, di Jalan Raya Cilincing, pertigaan Kalibaru sampai lampu pengatur lalu lintas Jaya. (WIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau