JAKARTA, KOMPAS.com - Hal ini disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Condro Kirono di Jakarta Timur, Sabtu (6/2/2010), seusai menggelar aksi peduli keselamatan. Aksi peduli ini dibuka Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Taman Lalu Lintas Bhayangkara, Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. Fauzi berharap langkah ini berkelanjutan karena jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat setiap tahun. Ia juga berharap kegiatan ini bisa meningkatkan etika dalam berlalu lintas. Condro memaparkan, kegiatan akan dilakukan kelompok yang dibentuk bupati, wali kota, dan kepala polisi lalu lintas setempat. Mereka bekerja sama memetakan kawasan rawan kecelakaan, banjir, dan macet. Setelah itu merancang prioritas perbaikan dari semua sisi. Apakah itu menyangkut perbaikan jalan, marka jalan, rambu dan lampu rambu lalu lintas, atau perubahan arus lalu lintas. ”Setelah satu titik selesai, dilanjutkan dengan titik rawan lainnya. Setiap tiga bulan, kami evaluasi. Kelompok terbaik akan mendapatkan penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya,” ujar Condro. Beberapa titik paling rawan, antara lain, di Jakarta Barat di jalan layang Pesing, Daan Mogot. Di Tangerang kabupaten ada di Jalan Daan Mogot Kilometer 22 jembatan Batuceper, di Tangerang kota di Jalan Gatot Subroto Kilometer 19-22 di pertigaan Kawindaran, Cikupa. Di Jakarta Utara, di Jalan Raya Cilincing, pertigaan Kalibaru sampai lampu pengatur lalu lintas Jaya.