Inilah Alasan Capello Memecat Terry

Kompas.com - 07/02/2010, 07:52 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Sumber Soccernet yang dekat dengan pelatih Tim Nasional (Timnas) Inggris Fabio Capello mengatakan, Capello memecat bek John Terry dari jabatan kapten demi kebaikan bersama dan bukan karena perselingkuhan Terry. Menurutnya, dari sejumlah dasar pertimbangan Capello, tak satu pun yang bertujuan menghukum Terry.

John Terry dipecat dari jabatan kapten timnas menyusul terbongkarnya skandal seksnya dengan mantan pacar Wayne Bridge, Vanessa Perroncel. Hal ini mengundang kecaman dari publik Inggris. Dalam jajak pendapat yang dilakukan sejumlah media, sebagian besar responden menginginkan ban kapten Terry dicabut.

Menurut keterangan sumber Soccernet, Capello menilai, terbongkarnya skandal tersebut telah merusak relasi antara Terry dan Bridge, publik Inggris, dan istrinya, Toni. Semua ini akan menyita waktu dan pikiran Terry dalam mengusahakan rekonsiliasi, termasuk dengan dirinya sendiri.

Capello menilai, bila memaksakan Terry menyandang ban kapten, itu berarti ia telah menempatkan Terry di pusat konflik dan ini cuma akan memperburuk keadaan, baik buat Terry maupun Timnas. Dengan mencabut ban kapten, ia ingin membantu meringankan beban dan tanggung jawab Terry supaya bisa berkonsentrasi kepada usaha memulihkan situasi.

"Keputusan itu didasarkan kepada pemikiran mengenai apa yang terbaik untuk tim, dinamika kamar ganti, sikap hormat-menghormati antara sesama pemain (timnas), dan juga menghindari tekanan kepada pemain itu (Terry)," kata sumber tersebut.

"Fabio Capello cuma tertarik kepada usaha membantu Inggris melakukan yang terbaik di Piala Dunia dan John Terry adalah salah satu pemain terbaiknya. Ia (Capello) ingin memastikan bahwa ia (Terry) tidak ke Piala Dunia dalam kehancuran yang disebabkan oleh segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan pribadinya. Dengan mengambil keputusan ini, ia (Capello) merasa akan mengangkat sebagian beban," lanjutnya.

Lebih jauh, butuh waktu untuk melihat apakah keputusan Capello itu benar atau salah. Yang jelas, Capello tak punya tujuan apa pun selain mengusahakan kebaikan bagi Terry, timnas, negara, dan tentu saja Toni.

"Tentu sulit mengatakan apakah ini merupakan keputusan yang benar atau salah. Namun, Fabio Capello hanya berpikir tentang apa yang terbaik untuk tim dan ia berpikir, inilah yang terbaik bagi tim," ungkapnya.

"Fabio bicara secara mendalam kepada John Terry dan pertemuan berlangsung setidaknya selama setengah jam, bukan 12 menit seperti yang diberitakan. Fabio mencoba menjelaskan sejumlah alasan, tetapi tidak semua. (Kepada Terry, Capello mengatakan) bahwa ini adalah yang terbaik untuk saat ini," tambahnya. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau