Kongres pdi-p

Mulai Muncul Nama Guruh

Kompas.com - 08/02/2010, 03:18 WIB

Denpasar, Kompas - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri hampir dipastikan akan terpilih kembali dalam Kongres PDI-P di Bali, 4-9 April 2010. Mayoritas Konferensi Cabang PDI-P mengusulkan Megawati sebagai satu-satunya calon ketua umum PDI-P periode 2010-2015. Namun, mulai muncul nama lain, yaitu Guruh Soekarnoputra.

Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Pramono Anung menyampaikan hal itu dalam perbincangan dengan Kompas di sela-sela acara Konferensi Daerah (Konferda) III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Bali yang dibuka Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di Denpasar, Bali, Sabtu (6/2).

Konferda dihadiri 1.000 anggota dan berlangsung tertutup di Hotel Nikki, Denpasar. Hadir juga jajaran DPP PDI-P, antara lain, Tjahjo Kumolo, Sony Keraf, dan Dewi Djakse.

”Hampir 85 persen cabang sudah melaksanakan konferensi cabang. Nama yang muncul hanya satu, yaitu Ibu Mega,” kata Pramono.

Dari 471 daerah administratif dan 25 daerah pemekaran, Pramono memprediksi, hanya ada satu wilayah yang mencalonkan nama lain, yaitu Guruh Soekarnoputra. Namun, Pramono tidak menyebutkan wilayah mana yang memilih Guruh Soekarnoputra.

Guruh Soekarnoputra sendiri sudah pernah menyatakan kesiapannya sebagai calon ketua umum DPP PDI-P saat berorasi di depan simpatisan PDI-P yang datang ke kediamannya di Jakarta, 16 Januari 2010.

Ketua DPD PDI-P Bali AA Oka Ratmadi juga menegaskan, kader dan anggota PDI-P di Bali sudah sepakat tetap mencalonkan Megawati kembali sebagai ketua umum. Alasannya, pihaknya masih membutuhkan sosok Megawati untuk pengaderan di daerah yang diakuinya semakin menipis.

Mega tak soalkan Guruh

Namun, Megawati sendiri membebaskan pengurus-pengurus partai di daerah untuk menentukan calon ketua umum dan masih menunggu keputusan akhir. Megawati juga tidak mempersoalkan pencalonan Guruh Soekarnoputra, adiknya. Ia pun belum mau berkomentar ketika ditanya soal kesiapannya dicalonkan kembali sebagai ketua umum. ”Mari kita lihat saja pada kongres besok,” ujarnya seusai membuka Konferda DPD Bali.

Dalam pidatonya, Megawati menegaskan, PDI-P akan terus dan tetap solid serta berpandangan jauh ke depan.

Ia pun berterima kasih kepada media massa yang terus mengikuti perkembangan PDI-P di mana pun berada.

Megawati juga menghargai kedatangan perwakilan dari beberapa partai politik, yaitu Partai Golongan Karya, Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya, dan Partai Hati Nurani Rakyat, pada konferda tersebut.

Mengenai bursa pencalonan ketua DPD PDI-P Bali, dalam konferda terdapat tiga calon, yaitu AA Oka Ratmadi, Nyoman Adi Wiryatama (Bupati Tabanan), dan N Arnawa (Bupati Bangli).

Dalam konferda terpilih AA Ngurah Oka Ratmadi sebagai Ketua, Nyoman Adi Wiryatama (Sekretaris), Tama Tanaya (Bendahara), N Arnawa (Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu), Nyoman Parta (Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi), dan Agus Suradnyana (Wakil Ketua Bidang Infokom). (AYS/SUT)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau