Wenger: Chelsea Pintar Melanggar

Kompas.com - 08/02/2010, 04:08 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Arsenal Arsene Wenger menilai para pemain Chelsea pintar membuat pelanggaran. Akibatnya, "The Gunners" sulit membuat gol.

Dalam laga semalam, Arsenal sebetulnya tak kalah kuat dibanding Chelsea. "Meriam London" bahkan lebih banyak menguasai bola. Namun, saat mereka lengah, "The Blues" berhasil mencetak gol. Arsenal mencoba menekan, tetapi pertahanan Chelsea sangat rapat dan tak segan melakukan pelanggaran.

"Saya tidak senang dengan pelanggaran mereka. Mereka membuat pelanggaran pada saat tepat ketika mereka menghadapi serangan balik. Sedikit menarik kaus, itu tak cukup untuk diberi kartu kuning," ungkap Wenger seperti dikutip situs Arsenal.

"Mereka tim berpengalaman yang punya banyak trik dan mereka melakukannya sangat baik. Mereka lebih pengalaman. Mereka berusia 29 tahun, kami 23 tahun," tambahnya.

Wenger menyoroti pelanggaran Ashley Cole terhadap Nicklas Bendtner di babak kedua. Pelanggaran itu semestinya diganjar penalti, tetapi Wenger memaklumi bahwa wasit kadang-kadang tidak melihatnya.

Meski demikian, Wenger tetap mengacungkan jempol atas pertahanan lawan. Chelsea juga lebih efisien dalam melakukan serangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau