Alat angkut

Pengangkut Terbesar Boeing Mulai Uji Terbang

Kompas.com - 08/02/2010, 07:43 WIB

SEATTLE, KOMPAS.com — Pesawat pengangkut raksasa Boeing 747-8 akan memulai penerbangan perdananya, Senin (8/2/2010). Sebelumnya, pesawat itu telah melakukan uji coba melaju di darat dan mencapai kecepatan maksimal 103,5 mil per jam.

Dengan panjang 76,2 meter, pesawat itu merupakan produksi Boeing terbesar. Pesawat itu lebih panjang 6,26 meter dari jumbo jet 747-400. Boeing melakukan uji coba di darat pada Sabtu (6/2/2010) di Paine Field di Everett, sebelah utara Seattle, AS.

”Indikasi awal menunjukkan, pesawat sudah siap diterbangkan,” ujar Mo Yahyavi, Vice President dan General Manager Program 747.

Boeing juga sedang membuat versi untuk pesawat penumpang dari 747-8. Sudah ada pesanan 76 unit versi pengangkut dan 32 unit pesawat jet penumpang 747-8 dari beberapa konsumen internasional.

Produsen pesawat itu mengatakan, jet-jet tersebut akan lebih senyap, bahan bakarnya lebih efisien, dan emisi lebih rendah dibandingkan dengan 747-400.

Pesaing

Boeing meluncurkan program pesawat pengangkut pada 14 November 2005 dengan pesanan 10 pesawat dari Cargolux of Luxembourg dan delapan dari Nippon Cargo Airlines, Jepang. Harga pesawat itu lebih dari 301 juta dollar AS, tetapi Boeing mentatakan masih dapat memberikan potongan harga. Setelah menyelesaikan program uji coba, pesawat pengangkut pertama akan dirakit dan dikirim ke Cargolux.

Sementara itu, pesaing Boeing dari Eropa, Airbus, berencana membuat versi pesawat angkut Airbus A380, jet penumpang terbesar di dunia. Program itu tertunda tahun 2005 setelah perusahaan pengangkutan FedEx Corp dan UPS Inc menunda order mereka. (AP/JOE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau