Januari, Yamaha Memimpin Pasar

Kompas.com - 08/02/2010, 08:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lepas bulan pertama 2010, Yamaha menguasai pasar motor untuk Januari. Mengacu data penjualan yang diperoleh Kompas.com, dari empat merek teratas, Yamaha, honda, Suzuki, dan Kawasaki berhasil menjual total 501.525 unit atau menguat 36,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 367.736 unit.

"Meski belum ada data resmi, tapi pasar cenderung menguat. Kira-kira Januari akan ada di sekitar 500.000 unit ke atas lah," ujar Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata di Cibubur, (6/2/2010).

Secara mengejutkan, Yamaha berhasil mengambil tahta pimpinan sementara dengan angka penjualan tertinggi 239.340 unit bulan lalu. Sementara pemimpin pasar tahun lalu, Honda harus puas di posisi kedua dengan torehan jualan 216.041 unit, diikuti Suzuki 40.225 unit, dan Kawasaki 5.919 unit.

Meski memimpin, PT Yamaha Kencana Motor Indonesia (YMKI) selaku ATPM motor Yamaha cenderung dingin menanggapi situasi ini. Vice President Director YKI Dyonisius Beti, kepada Kompas.com, Minggu, (7/2/2010) mengatakan, target utama Yamaha bukan memenangkan persaingan dengan Honda dari angka penjualan. "Fokus kami, memenangkan hati pelanggan. Angka penjualan AISI tidak mencerminkan penjualan sebenarnya. Infonya, angka retail sales Honda lebih besar dari angka AISI, jadi tak tepat dibilang Honda kalah," tegas Dyon.

Kemenangan Yamaha di awal tahun ini, lanjut Dyon, seolah-olah mencerminkan hasil tes Valentino Rossi (pembalap MotoGP tim Fiat Yamaha-Red) di Sepang, Malaysia yang mampu menjadi yang tercepat. "Ini pertanda baik," lanjut Dyon.

Di pihak lain, PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen sekaligus ATPM motor Honda juga cenderung tenang. Salah seorang eksekutif AHM menyatakan, penurunan distribusi (wholesales) yang terjadi di awal 2010 memang sesuai skenario yang direncanakan pabrikan.

Honda sengaja menekan angka penyaluran produk lawas ke dealer di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan hadirnya produk baru. "Strategi ini sengaja di set-up. Dengan adanya produk baru maka perlu disesuaikan distribusi produk lawas dari pabrik ke dealer," ujar sumber tersebut, tanpa mau disebutkan namanya.

Nah, sudah mulai terbukti tahun ini akan menjadi puncak persaingan dua raksasa produsen motor di Indonesia, Yamaha dan Honda. Apa Honda masih bisa terus mempertahankan kedudukan sebagai penjual terbanyak motor di Indonesia, tenang masih tersisa 11 bulan lagi.

Penjualan Motor Januari 2010

MerekJumlah (unit)
Yamaha239.340
Honda216.041
Suzuki 40.225
Kawasaki   5.919
Total501.525

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau