Setelah Marinir, Presiden "Giliran" Temui Polri

Kompas.com - 08/02/2010, 09:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga bulan selewat pemerintahannya, yang diliputi berbagai isu politik, mulai dari reshuffle sampai kasus Bank Century dan pemakzulan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya “rajin” menemui para perwira tinggi dan menengah di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) ataupun di Kepolisian Negara RI (Polri).

Setelah menemui para perwira Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang tengah menggelar latihan pemantapan terpadu di Pantai Caligi, Lampung, ataupun di Kapal Perang Republik Indonesia Surabaya 591, akhir pekan lalu, Presiden Yudhoyono, Senin (8/2/2010) pukul 10.00 WIB, dijadwalkan menemui para perwira di jajaran Markas Besar Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta. Direncanakan, Presiden Yudhoyono akan membuka peresmian Rapat Pimpinan Polri Tahun 2010.

Dua pekan lalu Presiden Yudhoyono, yang didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisuta, menemui para perwira dan prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) beserta anggota keluarganya di Markas Divisi I Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat. Selain berolahrga bersama, Presiden yang pernah memimpin salah satu Brigade Infanteri (Brigif) Lintas Udara 17/Kostrad juga bersilaturahmi dengan keluarga prajurit dan perwira.

Sebelumnya, Presiden Yudhoyono yang didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu juga berkunjung ke Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta. Selain membuka secara resmi Rapat Pimpinan TNI yang menghadirkan semua Panglima Kodam se-Indonesia, Presiden juga melihat pameran teknologi dan kesenjataan TNI di halaman Gedung Gatot Soebroto di Mabes TNI Cilangkap.

Tercatat baru sekali

Dalam catatan Kompas, pada periode pemerintahan  2004-2009, Presiden Yudhoyono biasanya memanfaatkan hari-hari khusus saja jika berkunjung ke Mabes TNI ataupun Mabes Polri. Misalnya, jika ada Rapim TNI  atau Hari Bhayangkara dan sesekali ada Rapim Polri. Kalaupun jika ada latihan tempur, yang didatangi Presiden biasanya latihan gabungan (latgab) seperti Latgab TNI 2008 di pantai di Provinsi Kalimantan Timur. Meninjau  latihan Korps Marinir TNI AL, seperti di Lampung, kemarin, tercatat baru sekali dilakukan Presiden.

Sementara itu, agenda Wakil Presiden Boediono hari ini sengaja dikosongkan atau internal. “Wapres, sementara,  akan menindaklanjuti surat-surat dan dokumen dinas lainnya yang terkait program pembangunan,” tandas Juru Bicara Yopie Hidayat, yang juga Staf Khusus Wapres Bidang Media Massa, akhir pekan lalu. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau