KABUL, KOMPAS.com — Bom rakitan kembali menewaskan dua tentara NATO di Afganistan selatan. Pihak NATO mengatakan, Senin (8/2/2010), dengan tambahan korban terbaru itu, jumlah pasukan asing yang tewas di Afganistan sejak awal tahun ini menjadi 61 orang.
Dua tentara Swedia dan seorang penerjemah Afganistan juga tewas, Minggu, ketika satu patroli mereka diserang dekat kota Mazar-i-Sharif Afganistan. Demikian angkatan bersenjata Swedia dalam pengumumannya.
Tahun 2009 menjadi tahun dengan korban terbanyak sejak pemerintah Taliban digulingkan pada 2001 setelah invasi Amerika Serikat. Ada 520 tentara asing kehilangan nyawa mereka. Adapun jumlah korban pada 2008 mencapai 295 orang.
Lebih dari 110.000 tentara internasional di bawah komando NATO dan AS berada di Afganistan untuk memerangi gerilyawan Taliban. Selanjutnya, 40.000 tentara lagi akan tiba sebagai bagian dari strategi kontrak pemberontakan yang bertujuan untuk menghentikan perang itu.
Ribuan tentara NATO dan Afganistan sedang bersiap-siap untuk melancarkan operasi besar-besaran terhadap Taliban di pangkalan terbesar mereka di Provinsi Helman, Afganistan selatan.
Jenderal AS Stanley McChrystal yang memimpin pasukan asing di Afganistan, Minggu, mengatakan bahwa tujuan operasi itu adalah melumpuhkan ancaman Taliban dan menguasai wilayah Majah di lembah Sungai Helmand tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang