MANCHESTER, KOMPAS.com - Menjual Cristiano Ronaldo ke Real Madrid ternyata bukan kesalahan buat Manchester United (MU). Terbukti, tanpa dirinya, klub berjuluk "Setan Merah" itu malah lebih produktif.
Faktor Wayne Roonye makin menonjol sebagai pilar kekuatan MU. Saat masih ada Ronaldo, dia lebih banyak mendukung pemain asal Portugal tersebut, hingga sempat mencetak 42 gol dalam semusim di semua kompetisi.
Setelah Ronaldo pergi, Rooney langsung berperan sebagai target man utama. Dia membuktikan mampu menjalankan tugas itu dengan baik. Rooney dinilai sebagai motor utama serangan MU.
Sampai pekan ke-25, MU sudah membukukan 61 gol di Premier League. Sebanyak 21 gol di antaranya disumbangkan Rooney. MU hanya kemasukan 20 gol, surplus 41 gol.
Musim lalu saat masih ada Ronaldo, sampai pekan ke-25 MU hanya mencetak 44 gol dan kemasukan 10 gol. Artinya, MU hanya memiliki surplus 34 gol.
Banyak yang menilai, sebenarnya Rooney-lah kekuatan utama MU. Dia punya kemampuan yang lebih lengkap daripada Ronaldo. Golnya bisa datang dari kepala, tendangan jarak jauh, jarak pendek, juga punya dobrakan yang tajam. Rooney juga tipe striker kuat secara fisik, punya lari kencang, juga efektif dalam menyelesaikan serangan.
Jika ada kelebihan Ronaldo yang tak dimiliki Rooney, itu adalah keterampilan dan keindahan mengolah bola. Rooney lebih pragmatis, sementara Ronaldo lebih mengeksplor keterampilan. Namun, efektivitas Rooney lebih baik daripada Ronaldo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang