AS: Rencana Pengayaan Uranium Iran Provokatif

Kompas.com - 09/02/2010, 02:15 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Rencana Iran untuk pengayaan produksi uranium dinilai sebagai langkah provokatif dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Menurut seorang pejabat AS, langkah itu justru akan membawa konfrontasi diplomatik yang lebih tajam dalam hubungan Republik Islam itu dengan negara-negra Barat.

Seperti diketahui, Iran menyatakan membutuhkan bahan bakar untuk riset reaktor di Teheran guna membuat radioisotop untuk keperluan medis seperti pengobatan kanker. Namun Barat bersikukuh menduga itu dilakukan untuk keperluan pengembangan senjata nuklir.

Pejabat AS, yang enggan disebut namanya ini menyebut alasan itu tak masuk akal. "Pengumuman ini merupakan langkah provokatif bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB," kata pejabat itu kepada AFP.

"Pemerintah Iran tahu bahwa hal ini tidak akan memenuhi kebutuhan rakyat Iran, dan menciptakan lebih banyak risiko ketidakstabilan regional."

Seperti diwartakan, Iran sebelumnya mengatakan kepada badan pengawas nuklir PBB bahwa mereka akan melakukan pengayaan produksi uranium yang lebih tinggi. Kepala badan atom Teheran, Ali Akbar Salehi, mengatakan bahwa proses pengayaan lebih tinggi akan mulai di pabrik nuklir Natanz pada hari Selasa.

"Jika pemerintah Iran mengambil ini langkah, itu akan semakin merusak kepercayaan diri dan meningkatkan perhatian serius tentang niat nuklir Iran, terutama setelah pengungkapan fasilitas pengayaan Qom. "

Amerika Serikat, Perancis dan Britania dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) PBB tahun lalu mengungkap bahwa Iran sedang membangun pabrik pengayaan uranium di dekat kota suci selatan Teheran yang sampai sekarang masih dirahasiakan.

IAEA telah mengusulkan kesepakatan, yakni akan melihat kapal Iran yang membawa persediaan uranium yang diperkaya rendah (PHE) ke Rusia untuk diproses lebih lanjut. Namun Iran melihat kesepakatan itu hanya tipu muslihat oleh Barat untuk menyita uranium yang mereka simpan.

Masyarakat internasional memberikan Iran sampai akhir tahun 2009 untuk menerima kesepakatan, namun tenggat waktu itu diabaikan. Ini membuat munculnya gerakan memberikan sanksi baru terhadap Republik Islam itu.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates mengatakan di Roma pada hari Minggu bahwa kini saatnya bagi dunia untuk bersatu dan membangun tekanan terhadap Iran atas konfrontasi nuklir.

"Tak seorang pun berusaha lebih sungguh-sungguh untuk mengulurkan tangan dan terlibat dengan Iran daripada Presiden (Barack) Obama," kata Gates setelah bertemu dengan rekannya dari Italia, Ignazio La russa.

"Masyarakat internasional telah menawarkan pemerintah Iran beberapa kesempatan untuk memberikan kepastian dari niat. Hasilnya sangat mengecewakan. "

"Jika masyarakat internasional berdiri bersama-sama dan membawa tekanan pada pemerintah Iran, saya yakin masih ada waktu untuk sanksi dan tekanan untuk bekerja. Tapi kita semua harus bekerja sama. "

Amerika Serikat, Israel dan kekuatan-kekuatan dunia lain mencurigai Teheran membuat bom nuklir dengan kedok program sipil, namun Iran membantah semua tuduhan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau