Ular Berkepala Manusia Gegerkan Probolinggo

Kompas.com - 09/02/2010, 09:29 WIB

KOMPAS.com — Benda yang diyakini makhluk gaib berbentuk ular berkepala manusia berukuran kecil, atau diistilahkan jenglot, menghebohkan warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (8/2/2010).

Jenglot itu berbeda dengan jenglot yang lazim ditemukan di beberapa daerah. Biasanya hanya berbentuk kecil dengan rambut panjang terurai hingga menyentuh ujung kaki. Kuku di tangan dan kakinya juga panjang.

Namun, jenglot yang menghebohkan warga tersebut memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 10 cm dengan diameter seukuran jempol kaki, rambut panjang hingga sepinggang, kulit bersisik dan tidak memiliki kaki, tetapi memiliki ekor yang melingkar hampir sepanjang 15 cm.

Jenglot yang menyerupai ular berkepala manusia ini ditemukan pertama kali oleh pencari tokek, Holis (45) asal Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan, sekitar lima hari lalu.

Menurut Holis, dia menemukan makhluk aneh itu di pematang sawah di daerah Kelurahan Jrebeng, Kota Probolinggo. Pada waktu itu dia tengah memburu tokek. Namun, dia dikejutkan dengan bayangan hitam yang melintas tak jauh dari tempatnya.

Seketika itu, Holis yang juga dikenal memiliki kemampuan spiritual mengejar bayangan hitam itu. Namun, dia terkejut karena melihat ekor ular di sekitar semak belukar pematang sawah di depannya. Dengan menggunakan bacaan spiritual dia memegang ekor ular itu dengan kayu yang dipegangnya.

Dia mengaku kaget karena ekor ular itu berkepala menyerupai manusia dengan rambut panjang. “Saya lalu menangkapnya dan membawanya pulang ke rumah,” katanya.

Ketika ditanya lebih jauh soal cara menangkap dan membawa ular itu ke rumahnya, Holis terkesan enggan bercerita panjang lebar.

“Pokoknya saya tidak menggunakan ritual apa-apa. Cuma saya tangkap begitu saja,” ujarnya.

Bahkan, ketika beberapa wartawan elektronik hendak mewawancarainya, Holis tidak bersedia. “Jangan saya,” ujarnya lalu memasuki ruang tengah rumahnya meninggalkan wartawan. (tiq)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau