Intiland Luncurkan Pinang Residences

Kompas.com - 09/02/2010, 15:50 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk meluncurkan “ID Homes”, sebuah divisi usaha baru di bidang perumahan. ID Homes merupakan anak usaha baru Intiland yang bernaung di bawah bendera PT Intiland Esperto.

Direktur Pengembangan Bisnis Intiland Utama Gondokusumo hari Selasa (9/2/10) menjelaskan, pendirian divisi usaha baru ini bersifat stategis dan bertujuan sebagai langkah ekspansi perseroan dalam rangka mengeksplorasi seluruh potensi bisnis di sektor perumahan. Divisi usaha baru ini fokus pada perumahan dengan skala kecil yang eksklusif dan berada di lokasi-lokasi premium.

“Kami menargetkan ID Homes untuk menangani proyek-proyek perumahan dengan luas lahan maksimal hingga 3 hektar. Lahan tersebut harus berada di lokasi yang strategis dan memiliki akses transportasi dan fasilitas yang cukup baik. Strategi ini sekaligus untuk menyiasati semakin terbatasnya pasokan lahan serta semakin sulitnya pembebasan lahan untuk proyek perumahan di kawasan perkotaan,” kata Utama.

Menurutnya, strategi Intiland mendirikan divisi ini juga didasari oleh tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah tinggal di daerah strategis dan nyaman, serta tidak jauh dari kawasan pusat bisnis. Intiland berusaha mewujudkan impian tersebut dengan menyediakan perumahan skala kecil atau dengan istilah lain disebut “gated community”, yang memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan yang kian kompleks.

Intiland melihat dewasa ini sebagian masyarakat perkotaan memiliki kecenderungan untuk tinggal di sebuah kawasan perumahan yang tidak terlalu besar dan bersifat private. Mereka ingin tinggal di lingkungan yang memiliki kesetaraan dari strata ekonomi maupun profesi, sehingga memungkinkan bisa untuk saling mengenal lebih dekat.

“ID Homes selalu memprioritaskan proyek-proyeknya berada di kawasan strategis dengan fasilitas pendukung yang memadai. Bagi kami, tinggal di kawasan perkotaan tidak selalu identik dengan kepadatan dan kekumuhan. Lewat ID Homes, kami menawarkan kepada konsumen arti kenyamanan tinggal di kawasan perkotaan,” ujarnya lebih lanjut.

Pada saat ini ID Homes telah memulai pembangunan sejumlah proyek perumahan di sejumlah wilayah strategis di Jakarta, antara lain berlokasi di Pondok Pinang, Lebak Bulus, dan Pasar Minggu Jakarta Selatan. ID Homes juga menyiapkan proyek serupa di kawasan Legian, Bali.

Pinang Residences
Proyek pertama ID Homes yang diluncurkan adalah Pinang Residences, sebuah perumahan eksklusif di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Proyek ini hanya menawarkan 34 unit rumah dan menempati lahan seluas 1,1 hektar di jalan Deplu Raya, Jakarta Selatan.

General Manager Pinang Residences Donny Pradono menjelaskan, kendati dari luas lahannya relatif kecil, namun proyek ini mengutamakan kualitas baik dari sisi konsep maupun fasilitas. Proyek Pinang Residences menyediakan area publik dan penghijauan cukup memadai karena mengalokasikan 75% dari luas lahan untuk kawasan hijau dan fasilitas publik.

Menurutnya, dengan mengalokasikan lahan hijau yang luas, maka akan membantu sebuah lingkungan tempat tinggal yang asri dan nyaman bagi para penghuninya. Ketersediaan lahan hijau yang luas merupakan sesuatu “kemewahan” bagi kebanyakan masyarakat perkotaan.

Pinang Residences juga menyediakan beragam fasilitas lain seperti private pool, jogging track, dan taman bermain anak-anak. Bukan hanya itu, proyek ini juga menyediakan area untuk barbeque yang dapat dimanfaatkan oleh para penghuninya untuk acara keluarga serta sistem dan fasilitas keamanan 24 jam.

“Kami meluncurkan proyek ini untuk membidik kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang nyaman dan asri di kawasan strategis di Jakarta Selatan. Lokasi proyek ini sangat dekat dengan Pondok Indah dan memiliki akses yang tidak jauh dari beragam fasilitas pendukung seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah internasional, lapangan golf, dan jalan tol,” kata Donny Pradono

Unit-unit rumah di Pinang Residences dibangun di atas lahan terasering sehingga menawarkan keunikan dan pemandangan yang indah. Proyek ini menawarkan dua tipe rumah 2 ½ lantai dengan luas lahan beragam mulai dari 119 -362 meter persegi. Setiap unit memiliki ruang keluarga yang lega, garasi yang mampu memuat dua mobil, serta 5 kamar tidur dan 2 kamar mandi.

Harga penjualan unit rumah di Pinang Residences cukup beragam, tergantung luas lahan dan bangunannya. Untuk tipe rumah paling kecil harganya mulai dari Rp1,3 miliar dan ukuran paling besar mencapai Rp2,3 miliar. “Harga unit rumah di Pinang Residences sangat kompetitif mempertimbangkan lokasinya yang sangat strategis. Selain untuk dihuni, Pinang Residences juga sangat cocok untuk tujuan investasi,” ujar Donny Pradono.

Selain proyek Pinang Residences, ID Homes juga menyiapkan proyek “Tamarind Lane” di Jakarta Selatan. Proyek yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini menempati lahan terasering seluas 8.000 meter persegi.

Rencananya di area tersebut, ID Homes akan membangun 32 unit rumah dengan luas lahan 144 meter persegi dan luas bangunan 160 meter persegi. Rumah dengan 3 kamar tidur ini akan ditawarkan mulai dari harga Rp 1,3 miliar.

ID Homes membangun proyek Tamarind Lane dengan konsep alami dan modern dengan menawarkan fleksibilitas desain bangunan. Perumahan ini dilengkapi beragam fasilitas pendukung, seperti taman bermain anak, underground utilities, CCTV, sistem keamanan 24 jam, akses internet, dan memiliki layanan televisi berbayar.

Kelebihan lain dari Tamarind Lane yakni lokasinya yang asri dan strategis dekat dengan kawasan Pondok Indah. Beragam fasilitas yang mudah dijangkau dari proyek ini antara lain pusat perbelanjaan, sekolah internasional, terminal bus, dan kawasan perkantoran Jakarta Selatan.

Sementara untuk dua proyek lainnya, yakni di Pasar Minggu Jakarta Selatan dan Bali, saat ini masih dalam tahap persiapan awal. Perseroan menargetkan kedua proyek ini dapat dimulai pembangunannya pada paruh kedua 2010.

Utama Gondokusumo mengungkapkan proyek Pinang Residences dikembangkan sepenuhnya oleh ID Homes. Sementara untuk proyek Tamarind Lane, Pasar Minggu, dan Bali, ID Homes mengembangkannya melalui konsep kerjasama dengan para mitra strategis atau investor.

Perseroan akan mengembangkan ID Homes dengan konsep kerjasama dan menggandeng pihak lain sebagai mitra strategis. Peluang pengembangan proyek ini dapat dilakukan melalui skema kerjasama strategis dengan para pemilik tanah, pengembang properti, maupun investor.

ID Homes saat ini tengah mengeksplorasi sejumlah peluang baru bersama beberapa investor potensial di wilayah Jakarta, maupun di sejumlah kota-kota besar. Strategi ekspansi ID Homes ini sesuai dengan strategi Intiland untuk berbagi kesuksesan melalui upaya kerjasama dengan para investor.

Intiland adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia sejak 1992, Intiland dikenal sebagai inovator dan penggagas trend di industri properti Indonesia.

Dalam beberapa tahun, Intiland mengembangkan banyak gedung yang menjadi ikon nasional, melalui Intiland Tower dua gedung kebanggan di Jakarta dan Surabaya yang dirancang oleh Paul Rudolph dan The Regatta, kondominium tepi pantai yang mewah di Pluit, Jakarta Utara yang dirancang oleh Tom Wright (perancang Burj Al Arab).

Pengembangan kawasan pemukiman utama di Surabaya, Graha Famili telah menjadi salah satu kawasan perumahan paling prestisius. Saat ini, Intiland memiliki portofolio produk properti beragam, termasuk kawasan pemukiman, gedung perkantoran, apartemen, pengelolaan gedung, kawasan industry, serta pengelolaan sarana olah raga dan golf. Intiland telah menjadi pengembang properti dengan konsep gaya hidup yang terkemuka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau