JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah pernyataannya soal pemanggilan Presiden dibalas dengan pedas oleh politisi Demokrat Ruhut Sitompul dalam rapat Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR RI kemarin, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres, Adnan Buyung Nasution, enggan merespons Ruhut lagi. Menurut kedua asisten Buyung, Bunga dan Rika, Buyung sepakat untuk tidak membalas lagi pernyataan pedas rekan sejawatnya itu.
"Maaf, Mbak, kalau tentang Ruhut, Abang (Buyung) berpesan tidak ingin memberikan komentar lagi. Sudah cukup komentar kemarin di TV," ujar Rika kepada Kompas.com, Selasa (9/2/2010). Hal senada juga ditegaskan oleh Bunga. Perempuan berkacamata ini mengatakan bahwa Buyung dan staf-stafnya sepakat untuk tidak meladeni lagi lontaran-lontaran dari Ruhut.
Dalam rapat kemarin, Ruhut "menyerang" Buyung secara personal dengan mengungkit-ungkit masa lalu Buyung sebagai advokat. "Apalagi ini, profesor bawa-bawa nama Adnan Buyung. Sebagai rekannya malu aku sama dia. Waktu itu, Buyung itu pernah kena tegur sama Ketua Dewan Pembina Demokrat Soeharto. Eh, Dewan Pembina Golkar. Hatinya enggak bersih. Udahlah, Buyung enggak usah didengar," tutur Ruhut.
Ruhut juga menuduh Buyung mengoceh terlalu banyak karena tidak terpilih kembali menjadi anggota Wantimpres dan meminta advokat senior ini untuk tahu diri. Buyung dalam diskusi soal Bank Century, Minggu (7/2/2010), menyatakan bahwa pansus perlu memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jika ingin masalah Century tuntas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang