KOLOMBO, KOMPAS.com - Anoma Fonseka menuduh pemerintah melakukan balas dendam terhadap suaminya, karena berani menantang bekas panglima tertingginya, yaitu Presiden Mahinda Rajapakse, pada pemilihan presiden Januari lalu.
"Mereka menuduh dia berusaha melakukan kudeta pada hari pemilihan itu," ujarnya.
"Dua anak kami dan saya bersamanya pada hari itu. Tidak ada kudeta. Ini bohong belaka."
Fonseka menuduh pemerintah melakukan kecurangan dalam pemilihan, dan berikrar akan menentang hasil pilpres itu di Mahkamah Agung.
Dia hanya seminggu lagi akan mengajukan berkas pengaduan kepada pihak-pihak yang berkaitan.
Politisi oposisi, Rauf Hakeen, yang bersama Fonseka ketika dia dijebloskan ke tahanan, mengatakan tindakan militer itu `tidak sopan` dan dia merasa malu.
"Beginikah cara tentara berbicara kepada Jenderal Fonseka, dengan cara kekerasan menyeretnya keluar, ini adalah memalukan bagi pasukan keamanan," kata Hakeem.
"Itu adalah cara yang paling memalukan dalam memperlakukan mantan komandan anda," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang