JAKARTA, KOMPAS.com — Lily Wahid, adik kandung almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, kecewa dengan sikap Fraksi PKB terkait pandangan awal skandal bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Lily yang juga anggota Fraksi PKB sekaligus anggota tim 9 inisiator angket Bank Century menyatakan bahwa sikap fraksinya sangat aneh.
"Saya menentukan sikap terkait laporan awal PKB karena saya mewakili konstituen PKB. Saya tidak bisa mengkhianati konstituen saya. Saya tidak sepakat dengan pendirian Fraksi PKB bahwa masalah Bank Century ini tidak ada masalah apa-apa, wajar saja bailout dan sebagainya. Saya tidak bisa terima," kata Lily Wahid kepada para wartawan, Selasa (9/2/2010).
Lily menyatakan sikap fraksinya adalah sebuah keanehan yang menyatakan dalam pandangan awal kasus ini, Senin (8/2/2010), bahwa bailout tidak melanggar hukum.
"Padahal sudah jelas fakta-faktanya bahwa ada pelanggaran hukum pada penentuan bailout, dan BPK adalah auditor akuntansi tertinggi di negeri ini. Jadi kalau sudah dikatakan oleh BPK, bagi saya itu indikasi pelanggaran dan bagi saya koalisi adalah sebuah kesepakatan yang bisa berakhir pada saat ada indikasi pelanggaran hukum," ungkapnya.
Lily kemudian mengimbau kepada konstituen bahwa masih ada anggota Fraksi PKB yang nuraninya masih berjalan dan sama dengan sebagian besar masyarakat Indonesia.
"Kepada fraksi, lakukanlah fungsi kritik dan kontrol itu sebaik mungkin karena kita diamanahi oleh konstituen kita, tanggung jawab kita kepada konstituen dan Allah. Baru sekali ini saya melihat PKB sebegini jeleknya, tidak punya pendirian. Ada sih, tapi mengikuti penguasa, tapi sangat melukai hati konstituen," ungkapnya.
"Saya berharap kepada konstituen agar sabar bahwa yang benar itu benar, yang salah itu salah. Yang saya bayangkan, lima tahun ke depan, orang akan lari semua dari PKB karena aspirasi rakyat tidak didengar oleh PKB. Jangan dianggap enteng ini," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang