Soal Century, Adik Gus Dur Kecewa Sikap PKB

Kompas.com - 09/02/2010, 20:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lily Wahid, adik kandung almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, kecewa dengan sikap Fraksi PKB terkait pandangan awal skandal bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Lily yang juga anggota Fraksi PKB sekaligus anggota tim 9 inisiator angket Bank Century menyatakan bahwa sikap fraksinya sangat aneh.

"Saya menentukan sikap terkait laporan awal PKB karena saya mewakili konstituen PKB. Saya tidak bisa mengkhianati konstituen saya. Saya tidak sepakat dengan pendirian Fraksi PKB bahwa masalah Bank Century ini tidak ada masalah apa-apa, wajar saja bailout dan sebagainya. Saya tidak bisa terima," kata Lily Wahid kepada para wartawan, Selasa (9/2/2010).

Lily menyatakan sikap fraksinya adalah sebuah keanehan yang menyatakan dalam pandangan awal kasus ini, Senin (8/2/2010), bahwa bailout tidak melanggar hukum.

"Padahal sudah jelas fakta-faktanya bahwa ada pelanggaran hukum pada penentuan bailout, dan BPK adalah auditor akuntansi tertinggi di negeri ini. Jadi kalau sudah dikatakan oleh BPK, bagi saya itu indikasi pelanggaran dan bagi saya koalisi adalah sebuah kesepakatan yang bisa berakhir pada saat ada indikasi pelanggaran hukum," ungkapnya.

Lily kemudian mengimbau kepada konstituen bahwa masih ada anggota Fraksi PKB yang nuraninya masih berjalan dan sama dengan sebagian besar masyarakat Indonesia.

"Kepada fraksi, lakukanlah fungsi kritik dan kontrol itu sebaik mungkin karena kita diamanahi oleh konstituen kita, tanggung jawab kita kepada konstituen dan Allah. Baru sekali ini saya melihat PKB sebegini jeleknya, tidak punya pendirian. Ada sih, tapi mengikuti penguasa, tapi sangat melukai hati konstituen," ungkapnya.

"Saya berharap kepada konstituen agar sabar bahwa yang benar itu benar, yang salah itu salah. Yang saya bayangkan, lima tahun ke depan, orang akan lari semua dari PKB karena aspirasi rakyat tidak didengar oleh PKB. Jangan dianggap enteng ini," ucapnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau