Intelijen: Dulmatin Masih Hidup di Filipina

Kompas.com - 09/02/2010, 21:57 WIB

MANILA, KOMPAS.com - Seorang militan yang diduga merupakan otak pengeboman di Bali tahun 2002 dilaporkan masih hidup dan bersembunyi di Filipina selatan, demikian diungkapkan pejabat militer senior, hari Selasa (9/2/10).
 
"Dulmatin, pemimpin kelompok militan regional Jemaah Islamiyah, tidak tewas dalam penyergapan tahun 2008 seperti yang diyakini pihak militer selama ini," kata Mayjen Juancho Sabban, Kepala Marinir Filipina.

"Saya yakin, dari sumber-sumber saya, dia (Dulmatin) masih hidup dan tinggal di Sulu," kata Sabban kepada wartawan, merujuk rangkaian pulau di selatan, termasuk Pulau Jolo yang menjadi sarang kaum militan.
 
Sabban juga menyebutkan, militan JI lainnya, Umar Patek diyakini masih bersembunyi di Kepulauan Sulu dan dilindungi Abu Sayyaf, kelompok eksterimis setempat yang dikaitkan pihak-pihak intelijen dengan jaringan Al-Qaeda.  

Dulmatin, yang dituduh membantu rencana JI dan melaksanakan aksi pengeboman di Bali tahun 2002 dan menewaskan 202 orang, semula diyakini tewas dalam penyergapan yang dilakukan militer setempat di Filipina selatan, Januari 2008 lalu.

Namun tes DNA dari jenazah lelaki yang tewas itu tidak memberi keyakinan bahwa itu adalah jenazah Dulmatin.

Patek dan Dulmatin bersembunyi di hutan Filipina bersama kelompok Abu Sayyaf sejak tahun 2003, demikian diungkapkan pejabat intelijen Filipina.   

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menawarkan hadiah sejumlah 10 juta dollar AS bagi mereka yang memberi informasi yang dapat membantu penangkapkan Dulmatin, dan hadiah 1 juta dollar AS untuk informasi tentang Patek.  

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau