Art for AIDS, 8 Lukisan Senilai Rp 156 Juta Dilelang

Kompas.com - 09/02/2010, 22:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran sekaligus lelang lukisan, dan pementasan musik oleh Ahmad Albar dan Ian Antono dari God Bless, Selasa (9/2/2010) malam di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), menggugah simpati dan kepedulian berbagai kalangan.

Kegiatan bertajuk Art for AIDS yang diusung Syair untuk Sahabat Foundation bekerja sama dengan BBJ itu, juga menampilkan tayangan anak-anak yang positif HIV/ AIDS, karena orangtuanya juga positif HIV/AIDS dan telah meninggal.

Bahkan, juga tayangan survei Syair untuk Sahabat Foundation, di 2 RW di 2 kelurahan di Kebun Pisang, Jakarta Utara, yang menemukan dua galon jarum suntik bekas dan kondom.

"Di Manggarai, ada 100 pekerja seks komersial dari suatu daerah yang tarifnya Rp 50.000. Harga gadis perawan hanya Rp 70.000. Di kawasan elit di Jakarta, juga banyak ditermukan penderita HIV/AIDS. Ini sangat memprihatinkan," kata Sekjen Syair untuk Sahabat Foundation, Yudhi F Oktaviadhi.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono yang membuka acara, mengatakan, tanpa keterlibatan dan peran aktif masyarakat sipil upaya-upaya penanggulangan AIDS mustahil mampu diatasi. "Masalah HIV/AIDS dampaknya semakin besar pada masyarakat," tandasnya.

Agung mengungkapkan, hampir tidak ada provinsi di Indonesia yang dinyatakan bebas dari HAIV dan AIDS, bahkan diperkirakan saat ini HIV dan AIDS sudah ditemukan lebih dari separuh kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Hingga bulan Desember 2009, Kementerian Kesehatan melaporkan 19.973 kasus AIDS secara kumulatif. Sementara yang terinfeksi HIV yang sesungguhnya diperkirakan ada 314.500 orang.

Untuk membantu orang dengan HIV/AIDS (ODHA), baik untuk beasiswa dan pemberdayaan, serta mengatasi HIV/AIDS, Syair untuk Sahabat Foundation berhasil melelang delapan lukisan dengan total nilai Rp 156 juta.

Agung Laksono membeli dua lukisan yakni Happy Family karya Veri Apriyatno seharga Rp25 juta. Lukisan gambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono tengah menggendong cucunya. Kemudian lukisan pemandangan berjudul Cibingin Sumedang karya Basuki Bawono seharga Rp15 juta.

Seorang tamu, Hidayat yang hadir di acara tersebut juga membeli sejumlah lukisan antara lain Ibu dan Anak karyaTresna Suryawan, Sebelum Berperan karya Susentono, Kecapi Suling karya Gunawan Bagea, dan Gapura karya Didit Affandi.

Lelang dan pameran lukisan Art for AIDS berlangsung hingga 14 Februari 2010. Ada 45 lukisan yang dipamerkan dan dilelang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau