Sanaa, Selasa -
Ajakan datang dari wakil pemimpin sayap Al Qaeda, Saeed al-Shehri, lewat rekaman yang dipajang di situs internet, Selasa (9/2). Dia meminta pemberontak Islam al Shabaab Somalia untuk menguasai Selat Bab al Mandab atau Bab el Mandeb (Gerbang Air Mata) guna menghadang semua kapal AS yang berlayar ke Israel melewati Laut Merah.
Selat itu memisahkan Yaman di Semenanjung Arab (Asia) dengan Djibouti di utara Somalia (Afrika), serta menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia di Teluk Aden, Tanduk Afrika. Shehri mengajak kelompok Shabaab merebut Selat Bab al Mandab kembali ke tangan penduduk di negeri-negeri Islam (lands of Islam).
Menurut Shehri, selat sempit dan dangkal itu sering menjadi jalur pengiriman kapal-kapal AS ke Israel. Sayap Al Qaeda di Yaman ingin menguasai selat itu sekaligus muara Laut Merah. Shebaab di Somalia diajak untuk bersama-sama melakukan jihad demi mengembalikan jalur tersebut ke tangan pejuang Islam.
”Jalur maritim Bal al Mandab sangat penting, dan kemenangan besar mungkin segera terwujud,” kata Shehri.
Pada kesempatan itu, dia mengaku kelompoknya bertanggung jawab atas rencana pengeboman Delta Air rute Amsterdam-Detroit, tetapi gagal dieksekusi pada Hari Natal, 25 Desember 2009. Serangan gagal itu merupakan bagian dari rencana besar Al Qaeda untuk menghancurkan AS dan sekutunya.
Shehri mengatakan, rencana mengebom pesawat Delta Air disusun atas perintah Osama bin Laden. Dia menyebut Umar Farouk Abdulmutallab sebagai pahlawan, dan memperingatkan Presiden AS Barack Obama akan ada serangan berikutnya terhadap AS. Dia mengecam Mesir dan Arab Saudi karena melindungi kepentingan Yahudi dan Barat.
Beberapa tokoh pemberontak Somalia diduga kuat ikut mendanai serangkaian perompakan di jalur pelayaran komersial di Samudra Hindia dan Teluk Aden. Tidak diketahui pasti, apakah Shebaab terlibat langsung dalam aksi itu atau tidak.
Shehri adalah mantan narapidana Guantanamo asal Arab Saudi dan salah satu dari 30 anggota Al Qaeda yang sempat diklaim Yaman telah tewas. Namun, jaringan kelompok garis keras global itu menyangkal klaim itu.
Pemerintah Yaman, Selasa (9/2), mengatakan, pihaknya tidak takut dengan ancaman Al Qaeda. Petugas keamanan negara akan menyapu bersih kelompok garis keras di seluruh wilayah. Departemen Dalam Negeri Yaman mengatakan, pemerintah tidak akan terintimidasi oleh Al Qaeda.
Tidak ada gencatan senjata dengan kaum teroris ini. ”Aparat keamanan akan terus memerangi setiap pelanggaran hukum dan akan menyerang tempat persembunyian teroris di mana pun berada,” demikian Kementerian Dalam Negeri Yaman.