Sampah kota

Instalasi Pengolah Sampah Perkotaan Dibangun

Kompas.com - 10/02/2010, 03:07 WIB

Palembang, Kompas - PT Green Waste Indonesia menawarkan program kerja sama pengelolaan sampah perkotaan kepada Pemerintah Kota Palembang. Secara konkret, perusahaan multinasional yang telah mengembangkan hal serupa di beberapa negara itu siap menginvestasikan dana sekitar Rp 120 miliar untuk membangun instalasinya.

Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Palembang, Apriadi Busri, Selasa (9/2) di Palembang, tawaran kerja sama investasi dikemukakan pihak PT Green Waste Indonesia dalam pertemuan di kantor Pemkot Palembang awal pekan ini.

”Meski pertemuan antara pemkot dan Green Waste baru berlangsung sekali, rencana kerja sama dan investasi ini tak sekadar wacana. Direksi PT Green Waste tampak bersungguh-sungguh atas tawarannya,” kata Apriadi.

Tawaran itu langsung ditindaklanjuti dengan bertemu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang serta instansi terkait, seperti dinas kebersihan dan Badan Lingkungan Hidup. Kedua belah pihak sedang menjadwalkan pertemuan lanjutan guna membahas tahapan realisasi.

Ditanya soal manfaatnya untuk Green Waste, Apriadi menjelaskan, perusahaan itu tetap akan memperoleh keuntungan materiil. Sampah perkotaan tidak dimusnahkan begitu saja, tetapi akan dipisahkan untuk kemudian diolah lagi menjadi beragam produk bernilai ekonomis.

Di sisi lain, keuntungan yang akan didapat Pemkot Palembang bukan berupa materi. Namun, manfaatnya lebih terkait dengan aspek menggairahkan sektor investasi, kesempatan untuk belajar teknologi pengolah sampah, dan yang penting Palembang bisa menjadi kota percontohan pengelolaan sampah.

”Di Indonesia, jarang ada kota/kabupaten yang punya aset investasi seperti ini. Namun, di negara maju, salah satunya Jepang dan Amerika Serikat, teknologi seperti ini sudah sering diterapkan,” kata Apriadi.

Berdasarkan data Pemkot Palembang, volume sampah kota itu berkisar 1.500-3.000 meter kubik ton per hari dengan perbandingan volume yang hampir sama antara sampah organik dan anorganik. Terkait itu, pemkot memutuskan lokasi pabrik instalasi pengolah sampah itu berada di Kecamatan Sukarami. Penentuan lokasi ini terutama mempertimbangkan kedekatan lokasi dengan tempat pembuangan akhir sampah Sukawinatan di Kelurahan Sukajaya.

Saat dikonfirmasi, General Manager PT Green Waste Indonesia Agung S menjelaskan, pembangunan pabrik dan instalasi pengolahan sampah masih menunggu perizinan. Selain itu, dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan nota kerja sama dengan Wali Kota Palembang. ”Dana Rp 120 miliar sudah siap dikucurkan, berasal dari alokasi investasi perusahaan,” ujarnya.

Apriadi menambahkan, urusan administrasi dan perizinan diperkirakan selesai dalam tiga bulan. (oni)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau