Bank Century Palsukan Tanda Tangan Nasabah?

Kompas.com - 10/02/2010, 13:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengakuan salah satu nasabah Bank Century, Sri Gayatri, cukup mengejutkan. Ia mengatakan, tanda tangannya dipalsukan oleh pihak bank sehingga terjadi pengalihan dari depositonya sebesar Rp 2,8 miliar ke produk reksadana yang dikelola PT Antaboga Delta Sekuritas di Bank Century.

Hal itu disampaikannya pada rapat Pansus Angket Kasus Bank Century yang mempertemukan nasabah dengan pimpinan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Mutiara (eks Bank Century).

"Saya ini nasabah Bank Century. Saya tidak mengerti Antaboga itu apa, tapi saya punya deposito di Bank Century. Tanda tangan saya diduga dipalsukan sehingga deposito saya dialihkan ke reksadana. Saya sudah melaporkan ke polisi, tapi belum ditindaklanjuti," kata Gayatri.

Ia merupakan nasabah Bank Century di Surabaya, Jawa Timur. Deposito yang dimilikinya sebesar Rp 2,8 miliar. Jika ditotal dengan seluruh deposito keluarganya, jumlahnya mencapai Rp 67 miliar. "Saya minta ganti rugi. Kalau tidak, saya akan demo seluruh cabang Bank Mutiara di Surabaya," ujarnya.

Anggota Pansus asal Fraksi Demokrat, Achsanul Kosasih, meminta manajemen Bank Mutiara agar serius menindaklanjuti dugaan pemalsuan tanda tangan nasabah ini. "Kalau benar ada pemalsuan tanda tangan, harus dijelaskan oleh Bank Mutiara dan diusut," ujar Achsanul.

Dirut Bank Mutiara Maryono menjanjikan, pihaknya akan menelusuri informasi pemalsuan tanda tangan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau