JAKARTA, KOMPAS.com — Terkait keputusan Toyota Motor Corp melakukan recall susulan terhadap 4 model hybrid, yaitu Prius, Prius Plug-in, Lexus HS250h, dan SEI, PT Toyota Astra Motor selaku ATPM Toyota di Indonesia memberi penjelasan kepada para wartawan bahwa masalah Prius di Indonesia telah teratasi.
"Kami di sini bukan recall, tapi reprogram," ungkap Presiden Direktur PT TAM Johnny Darmawan di kantornya di kawasan Sunter, Rabu (10/2/2010). Menurutnya, sampai sekarang tidak ada keluhan dari pemilik Prius di Indonesia, meski ada yang bertanya mengenai kondisi rem mobil mereka. Adapun Prius di Indonesia sudah laku terjual 13 unit.
Tentang kasus di Amerika yang sampai membuat sedan ramah lingkungan itu ditarik, Johnny menceritakan kejadian sesungguhnya. "Jadi, ketika di snow (jalanan bersalju), pengemudinya menginjak rem (sudah dilengkapi dengan sistem ABS) tidak penuh (separuh) sehingga membingungkan sensor untuk memberi perintah antara mau mengerem dan mengisi baterai," papar Johnny.
Lebih teknis lagi, Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto memaparkan, sistem rem pada Prius adalah regeneratif dan hidraulik. Nah, saat terjadi perpindahan dari regeneratif ke hidraulik, ada jeda waktu (delay) sekitar 0,5 detik. "Mungkin jeda itulah yang membuat kondisi rem tidak pakem," ungkap Joko.
Untuk Prius di Indonesia, Joko mengatakan bahwa pihaknya akan coba memprogram lagi jeda waktu tersebut melalui perangkat lunaknya. "Karena mau cepat, kami datangi para pemilik Prius dan reset software. Kebetulan, sebagian besar pemilik berada di Jakarta," ungkapnya.
Menurut Joko, proses reprogram itu hanya butuh waktu 40 menit, tanpa mengganti komponen. Pemilik tidak dikenakan biaya, "Karena ini kasusnya beda dan bukan servis. Jadi, biaya yang kita keluarkan adalah biaya 40 menit tadi," tegas Joko.
Ketika ditanya soal Prius yang dijual importir umum, Johnny menjawab, "Yang diutamakan adalah yang beli dari kita dulu. Untuk memperbaiki, mungkin tidak. Namun, kalau bicara moral obligation, iya. Masalahnya, kami tidak punya data mereka," sebut Johnny. Namun, ia mengatakan bahwa 4 unit yang akan dikirim ke konsumen sudah diperbaiki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang