Prius di Indonesia Sudah Diatasi

Kompas.com - 10/02/2010, 14:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terkait keputusan Toyota Motor Corp melakukan recall susulan terhadap 4 model hybrid, yaitu Prius, Prius Plug-in, Lexus HS250h, dan SEI, PT Toyota Astra Motor selaku ATPM Toyota di Indonesia memberi penjelasan kepada para wartawan bahwa masalah Prius di Indonesia telah teratasi.

"Kami di sini bukan recall, tapi reprogram," ungkap Presiden Direktur PT TAM Johnny Darmawan di kantornya di kawasan Sunter, Rabu (10/2/2010). Menurutnya, sampai sekarang tidak ada keluhan dari pemilik Prius di Indonesia, meski ada yang bertanya mengenai kondisi rem mobil mereka. Adapun Prius di Indonesia sudah laku terjual 13 unit.

Tentang kasus di Amerika yang sampai membuat sedan ramah lingkungan itu ditarik, Johnny menceritakan kejadian sesungguhnya. "Jadi, ketika di snow (jalanan bersalju), pengemudinya menginjak rem (sudah dilengkapi dengan sistem ABS) tidak penuh (separuh) sehingga membingungkan sensor untuk memberi perintah antara mau mengerem dan mengisi baterai," papar Johnny.

Lebih teknis lagi, Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto memaparkan, sistem rem pada Prius adalah regeneratif dan hidraulik. Nah, saat terjadi perpindahan dari regeneratif ke hidraulik, ada jeda waktu (delay) sekitar 0,5 detik. "Mungkin jeda itulah yang membuat kondisi rem tidak pakem," ungkap Joko.

Untuk Prius di Indonesia, Joko mengatakan bahwa pihaknya akan coba memprogram lagi jeda waktu tersebut melalui perangkat lunaknya. "Karena mau cepat, kami datangi para pemilik Prius dan reset software. Kebetulan, sebagian besar pemilik berada di Jakarta," ungkapnya.

Menurut Joko, proses reprogram itu hanya butuh waktu 40 menit, tanpa mengganti komponen. Pemilik tidak dikenakan biaya, "Karena ini kasusnya beda dan bukan servis. Jadi, biaya yang kita keluarkan adalah biaya 40 menit tadi," tegas Joko.

Ketika ditanya soal Prius yang dijual importir umum, Johnny menjawab, "Yang diutamakan adalah yang beli dari kita dulu. Untuk memperbaiki, mungkin tidak. Namun, kalau bicara moral obligation, iya. Masalahnya, kami tidak punya data mereka," sebut Johnny. Namun, ia mengatakan bahwa 4 unit yang akan dikirim ke konsumen sudah diperbaiki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau