Eddy Silitonga Akan Keliling Dunia

Kompas.com - 10/02/2010, 15:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menunjuk penyanyi Eddy Silitonga sebagai Duta Kebudayaan Indonesia 2010, yang akan mempromosikan budaya dan pariwisata nasional dengan berkeliling dunia menggunakan angkutan darat.

Siaran pers dari Eddy Silitonga di Jakarta, Selasa (9/2/2010), menyebutkan perjalanan itu akan dilakukan melewati 49 negara yang tersebar di lima benua di dunia, dan akan memakan waktu lebih dari sembilan bulan.

Rencananya, perjalanan keliling dunia itu akan dilaksanakan mulai 16 April 2010 sampai 10 Januari 2011 atau mundur dari jadwal semula pada 14 Februari sampai 10 November 2010. Penundaan itu disebabkan berbagai persiapan yang belum matang.

Menurut Eddy Silitonga, program itu terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu bernyanyi di berbagai tempat yang dilewati, seperti kafe, restoran, hotel atau panggung rakyat.

Kegiatan kedua, kata pelantun tembang lawas "Mama" dan "Jatuh Cinta" itu, adalah melakukan "people to people contact" dengan masyarakat atau turis setempat.

Sedangkan kegiatan ketiga, katanya, adalah mengadakan acara "Malam Kesenian Indonesia" di seluruh KBRI yang dilewati.

Tim keliling dunia yang diberi nama "Indonesian Team for Culture and Tourism Promo by Eddy Silitonga" itu akan terbagi dalam dua grup, yakni "Journey Team" yang terdiri dari enam orang, termasuk Eddy Silitonga, yang berkeliling dunia dan "Supporting Team" yang akan memantau dan mendukung kebutuhan logistik selama perjalanan.

Kedua tim itu akan dibantu oleh ahli hukum Todung Mulya Lubis dan pejabat dari kepolisian Irjen (Pol) Agus Wantoro sebagai penasihat tim untuk menyukseskan program itu.

Salah satu dari anggota Journey Team adalah seorang kameraman televisi yang akan meliput seluruh kegiatan tim selama satu minggu, dan selanjutnya hasil rekaman akan diedit serta disiarkan di salah satu televisi swasta nasional dalam program acara berdurasi 30 menit.

Perjalanan keliling dunia tersebut akan menggunakan dua jenis kendaraan yakni satu tipe MPV dan tipe SUV. Salah satu kendaraan itu akan memuat LCD outdoor screen yang akan memutar film-film tentang kebudayaan dan pariwisata Indonesia selama perjalanannya.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau