Jelang vonis antasari

Hakim Diminta Tak Terpengaruh Media Massa

Kompas.com - 10/02/2010, 19:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim yang akan segera menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Antasari Azhar diminta agar tidak terpengaruh dengan dinamika yang berkembang di luar pengadilan.

Pakar kriminologi Adrianus Meliala mengatakan pengaruh dari luar seperti media massa harus dihindari majelis hakim untuk memberikan putusan obyektif. "Saya berharap hakim tidak terpengaruh dengan pengaruh-pengaruh dari luar, seperti yang berkembang di media massa ataupun pendapat dari teman-teman LSM," kata Adrianus saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/2/2010).

Pengajar di Universitas Indonesia ini menjelaskan aspek-aspek di luar persidangan itu tidak bisa menjadi bahan pertimbangan hakim, sekalipun itu berasal dari pendapat para pakar. Hakim, kata Adrianus, harus tetap berpegang pada fakta dan materi-materi hukum di persidangan. "Bahkan pendapat seperti saya ini tidak boleh mempengaruhi hakim," tegasnya.

Lebih lanjut, dalam memberikan putusan, ia mengharapkan hakim hanya mendasarkan pada fakta-fakta yang terkuak di persidangan. Ia melihat ada beberapa dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan belum sepenuhnya terkuak. "Jangan sampai hakim malah kemudian berpegangan pada dakwaan-dakwaan yang belum terkuak dari jaksa ini," kata dia.

Disinggung mengenai tuntutan hukuman mati dari JPU atas Antasari, Adrianus menilai tuntutan tersebut terlalu berat. Ia menilai ada beberapa hal dari dakwaan JPU yang belum terkuak secara terang benderang di persidangan.

Ia pun mengatakan jaksa seharusnya memberikan tuntutan dengan hanya berdasar atas fakta yang sudah jelas dan terkuak. "Jaksa harus bisa buktikan apa yang belum terkuak itu," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau