Pasar Imlek Semawis Dibuka

Kompas.com - 10/02/2010, 22:59 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Pembukaan Pasar Imlek Semawis ke 7 tahun 2010 yang digelar di Gang Lombok kawasan Pecinan Kota Semarang oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Rabu (10/2/2010) malam, diwarnai hujan deras.

Pembukaan Pasar Imlek Semawis diawali dengan serangkaian tarian Pancawarna dan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka yang dilakukan oleh puluhan siswa Bina Bangsa Internasional School.

Acara kemudian dilanjutkan dengan peluncuran perangko istimewa tahun Macan dan penandatangan sampul pertama oleh Kepala Divisi Regional PT Pos Indonesia VI Jateng-DIY Maman Suherman bersama Menteri Perdagangan (Mendag).

Perangko tersebut merupakan seri ketiga perangko istimewa yang diluncurkan oleh PT Pos Indonesia dan rencananya akan diluncurkan 12 perangko istimewa dalam 12 seri sesuai dengan lambang shio.

Selain dihadiri oleh Mendag, acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Semarang Mahfudz Ali, mantan Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim, dan Direktur Jamu Sido Muncul Irwan Hidayat.

Puncak pembukaan Pasar Imlek Semawis ditandai dengan membunyikan alat musik khas Pecinan yang disebut Kencleng oleh semua pejabat yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Mendag menyatakan dirinya selalu mendukung segala upaya untuk mendorong pengembangan revitalisasi pasar, baik pasar konvensional maupun pasar wisata dan pasar kuliner.

Menurut Mendag, selain digunakan sebagai tempat transaksi jual beli suatu barang, pasar juga merupakan tempat berkumpulnya berbagai etnis, budaya, agama, golongan, dan ras.

"Selain itu, jika pasar dikelola dengan baik maka pasar juga dapat berfungsi untuk melestarikan budaya tradisional yang ada di suatu daerah," katanya.

Ia menjelaskan, Pasar Imlek Semawis merupakan bentuk nyata pelestarian dari kawasan Pecinan yang ada di Kota Semarang sehingga diharapkan semua pihak mendukung kegiatan tersebut.

"Kawasan Pecinan merupakan suatu tempat perpaduan dari berbagai budaya yang ada," ujarnya.

Mendag menambahkan, kegiatan Pasar Imlek Semawis ini juga dilaksanakan dalam rangka untuk mendukung program pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan dalam gerakan 100 persen cinta produk Indonesia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Mahfudz Ali dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Pasar Imlek Semawis menunjukkan bahwa warga yang tinggal di kawasan Pecinan terbuka terhadap kebudayaan lainnya.

"Perpaduan berbagai kebudayaan tersebut diharapkan terus terjalin dan dapat mewujudkan kerukunan di masyarakat," katanya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau