Pakistan

Hakimullah Mehsud Dipastikan Tewas

Kompas.com - 11/02/2010, 09:13 WIB

PESHAWAR, KOMPAS.com — Pejabat Pakistan menyatakan, pemimpin Taliban Pakistan, Hakimullah Mehsud, telah tewas. Informasi yang dikemukakan pada Rabu (10/2/2010) itu merupakan konfirmasi pasti pertama dari Pemerintah Pakistan atas tewasnya Mehsud.

Laporan tentang tewasnya Mehsud muncul setelah serangkaian serangan rudal AS menghantam markas persembunyian Mehsud di wilayah barat laut Pakistan pada pertengahan Januari. Mehsud disebut-sebut tewas akibat luka yang dideritanya dalam serangan tersebut.

Serangan AS dilakukan setelah Mehsud muncul dalam rekaman video bersama agen ganda Badan Pusat Intelijen AS (CIA) asal Jordania yang menewaskan 30 pegawai CIA pada 30 Desember 2009. Video itu memunculkan profil Mehsud.

Taliban membantah Mehsud tewas. Akan tetapi, Taliban mengurungkan janji untuk membuktikan Mehsud masih hidup.

Kepada kantor berita Associated Press, Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik dan seorang pejabat intelijen senior mengatakan bahwa Mehsud telah tewas. Namun, tidak satu pun yang memberikan detail kapan dan bagaimana Mehsud tewas.

”Saya memiliki informasi yang dapat dipercaya bahwa Mehsud tewas, tetapi saya tidak punya konfirmasi,” kata Rehman.

Di perjalanan

Pada akhir Januari, seorang tetua suku mengatakan telah menghadiri pemakaman Mehsud di Mamuzai. Namun, sejumlah media lokal, mengutip sumber Taliban, melaporkan bahwa Mehsud tewas baru-baru ini di Multan, di tengah perjalanan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit di Karachi.

Mehsud pernah dilaporkan tewas sebelumnya. Saat pendahulu Mehsud, Baitullah Mehsud, tewas pada Agustus 2009, Rehman termasuk salah satu orang yang mengklaim Mehsud tewas dalam perebutan pimpinan menggantikan Baitullah.

Beberapa pekan kemudian, Mehsud bertemu sejumlah wartawan dan terekam kamera. Bahkan, dia terus memimpin serangan-serangan di seantero negeri.

Saat muncul laporan Baitullah tewas, Taliban juga menyangkal sampai pergantian kekuasaan terjadi sehingga bisa dipastikan Baitullah tewas.

Sekarang, dua pejabat Taliban, yaitu Maulvi Noor Jamal alias Maulvi Toofan, juga membantah kematian Mehsud. Toofan, komandan Taliban yang kurang dikenal, disebut-sebut sebagai salah satu pengganti Mehsud.

”Hakimullah tidak tewas. Saya juga tidak ditunjuk sebagai pemimpin sementara Taliban,” kata Toofan kepada kantor berita Reuters melalui telepon dari lokasi yang tidak diketahui.

Selain Toofan, komandan senior Taliban, Wali-ur-Rehman, juga disebut-sebut sebagai salah satu pengganti Mehsud.

Jika benar Hakimullah Mehsud tewas, kematiannya untuk sementara bisa mengganggu kampanye serangan bom dan serangan terhadap kota-kota di Pakistan oleh Taliban. Namun, dengan sederet nama siap menggantikan Mehsud, jaringan kelompok Taliban yang telah tersebar di sebagian besar wilayah Pakistan akan tetap utuh. (AP/Reuters/FRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau