Kericuhan di Ruang Tahanan Antasari

Kompas.com - 11/02/2010, 09:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang pembacaan putusan (vonis) terhadap terdakwa Antasari Azhar, Kamis (11/2/2010), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyedot perhatian yang luar biasa besar dari publik dan media massa.

Ratusan pewarta baik cetak, elektronik dan online memenuhi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan guna mewartakan vonis dari mantan Ketua KPK. Kepadatan para perwarta ini pun menumpuk di ruang tahanan Antasari di PN Jakarta Selatan. Ratusan wartawan masing-masing berusaha mendekat dan mencoba mewawancarai pria asal Palembang ini.

Sempat terjadi kericuhan di antara para wartawan yang melakukan peliputan. Pasalnya salah seorang reporter televisi salah satu stasiun TV berita nasional tiba-tiba bisa masuk untuk menemui Antasari di tahanan. Sontak puluhan wartawan bereaksi keras terhadap reporter yang satu ini. Sebab tidak biasanya Antasari memperkenankan hanya satu media yang bisa meliputnya secara langsung dan dekat.

Mereka pun lantas berteriak minta agar Antasari bersikap adil pada semua wartawan. "Pak kok cuma dia yang boleh masuk. Semua dong pak harus adil," teriak salah satu wartawati.

Puluhan lainnya pun ikut menyahut dengan nada yang lebih keras. "Iya jangan sok eksklusif dong. Semua di sini sama. Keluar lu," teriak seorang fotografer.

Kericuhan ini pun lantas mencuri perhatian terdakwa lain di ruang tahanan di sebelahnya. Jerry Hermawan Lo yang berada di tahanan persis sebelah Antasari berusaha melongok ingin tahu apa yang terjadi di sebelah tahanannya.

Akibat diteriaki begitu, si reporter yang sudah terlanjur masuk pun keluar dari ruang Antasari. Dengan wajah tertunduk ia pun ngeloyor keluar dari ruang sidang tanpa mempedulikan wartawan lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau