Kolera Tewaskan 4 Warga Palu

Kompas.com - 11/02/2010, 10:20 WIB

PALU, KOMPAS.com - Empat warga Desa Petimbe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, meninggal dunia akibat terkena penyakit kolera. Kepala Puskesmas Kecamatan Palolo Alexander Kantiadagho yang dihubungi wartawan dari Palu, Kamis, sebanyak 58 warga lainnya dilaporkan terjangkit penyakit mematikan itu.

Keempat korban tewas adalah Koi (70), Saly (40), Ulivina (33), dan Nolfi (8). Mereka meninggal dunia pada hari yang berbeda. Koi dan Nolfi meninggal dunia pada Minggu (7/2), sedangkan Sally dan Ulivina meninggal dunia pada Senin (8/2). Sally dan Ulivina sendiri adalah pasangan suami istri.

Keempat korban tewas itu sudah dimakamkan oleh pihak keluarganya masing-masing. Alexander Kantiadagho mengatakan, saat ini pihaknya masih merawat puluhan warga yang terserang kolera tersebut.

Sebanyak 52 pasien yang dirawat tersebut berasal dari RT VII yang total penduduknya berjumlah 80 orang. RT VII adalah daerah terpencil yang berjarak 10 km dari pusat Desa Petimbe. Sementara Petimbe berjarak 25 kilometer dari Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.

Kantiadagho menuturkan, penyebab banyaknya penderita kolera adalah minimnya kesadaran masyarakat melakukan pola hidup bersih dan sehat. Masyarakat di RT tersebut hanya mengandalkan sungai kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, termasuk mencuci makanan.

"Berdasarkan informasi, masyarakat juga melakukan kegiatan MCK (mandi, cuci, dan kakus) di sungai itu. Itulah yang menyebabkan kolera mewabah," katanya. Kantiadagho mengatakan saat ini Dinas Kesehatan setempat sudah mendirikan posko untuk melayani warga yang terkena kolera atau yang mengalami gejala penyakit itu.

"Kami juga sudah memberikan obat-obatan kepada korban guna mencegah wabah penyakit itu tidak meluas ke desa tetangga," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau