PALU, KOMPAS.com - Empat warga Desa Petimbe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, meninggal dunia akibat terkena penyakit kolera. Kepala Puskesmas Kecamatan Palolo Alexander Kantiadagho yang dihubungi wartawan dari Palu, Kamis, sebanyak 58 warga lainnya dilaporkan terjangkit penyakit mematikan itu.
Keempat korban tewas adalah Koi (70), Saly (40), Ulivina (33), dan Nolfi (8). Mereka meninggal dunia pada hari yang berbeda. Koi dan Nolfi meninggal dunia pada Minggu (7/2), sedangkan Sally dan Ulivina meninggal dunia pada Senin (8/2). Sally dan Ulivina sendiri adalah pasangan suami istri.
Keempat korban tewas itu sudah dimakamkan oleh pihak keluarganya masing-masing. Alexander Kantiadagho mengatakan, saat ini pihaknya masih merawat puluhan warga yang terserang kolera tersebut.
Sebanyak 52 pasien yang dirawat tersebut berasal dari RT VII yang total penduduknya berjumlah 80 orang. RT VII adalah daerah terpencil yang berjarak 10 km dari pusat Desa Petimbe. Sementara Petimbe berjarak 25 kilometer dari Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.
Kantiadagho menuturkan, penyebab banyaknya penderita kolera adalah minimnya kesadaran masyarakat melakukan pola hidup bersih dan sehat. Masyarakat di RT tersebut hanya mengandalkan sungai kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, termasuk mencuci makanan.
"Berdasarkan informasi, masyarakat juga melakukan kegiatan MCK (mandi, cuci, dan kakus) di sungai itu. Itulah yang menyebabkan kolera mewabah," katanya. Kantiadagho mengatakan saat ini Dinas Kesehatan setempat sudah mendirikan posko untuk melayani warga yang terkena kolera atau yang mengalami gejala penyakit itu.
"Kami juga sudah memberikan obat-obatan kepada korban guna mencegah wabah penyakit itu tidak meluas ke desa tetangga," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang