Jerry Hermawan Lo Mantap Ajukan Banding

Kompas.com - 11/02/2010, 13:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Vonis lima tahun penjara dirasa terlalu berat oleh terpidana Jerry Hermawan Lo. Di akhir putusan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2010), saat memberikan tanggapannya, Jerry menyatakan akan mengajukan banding.

"Kami akan banding yang mulia," kata Jerry kepada majelis hakim yang diketuai Syamsuddin.

Jerry divonis majelis hakim dengan kurungan penjara selama lima tahun potong masa tahanan. Jerry diadili secara sah dan meyakinkan telah menjadi pelaku penyertaan dan melakukan penganjuran dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Dasar yang menjadi putusan hakim adalah pertemuan antara Jerry dan Eduardus Ndopo Mbete alias Edo dan Wiliardi Wizard di Arena Bowling Ancol pada 2 Februari 2009. Jerry mengenalkan Edo pada Wiliardi terkait upaya teror terhadap Nasrudin.

Samsul Hadi, kuasa hukum Jerry, mengatakan, Jerry sama sekali tidak memiliki kesalahan dalam kaitannya dengan pembunuhan Nasrudin. "Kami akan langsung banding. Tidak perlu pikir-pikir. Dari pertemuan di Ancol itu, putus di situ. Jerry tidak pernah ikut pertemuan-pertemuan berikutnya," kata dia.

Meski terbilang "ringan" dibanding beberapa terdakwa lainnya, tetapi Samsul menilai hukuman lima tahun itu terlampau berat dijatuhkan kepada Jerry.

"Masih terlalu berat. Ini bukan tindakan pidana kok. Jerry sama sekali enggak salah. Masak cuma kenalin orang itu pidana," urainya.

Samsul pun merasa mantap mengajukan banding. Dia katakan upaya banding akan diajukan paling lambat 14 hari seusai putusan. "Yakin itu. Kalau banding pasti menang," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau