Pelajaran Cinta dari Taylor Swift dan John Mayer

Kompas.com - 11/02/2010, 15:20 WIB

KOMPAS.com - Hubungannya dengan bintang remaja Taylor Lautner boleh saja kandas dalam tiga bulan, namun Taylor Swift punya pengganti yang lebih menantang. Perempuan yang baru meraih empat piala Grammy ini dikabarkan tengah jatuh cinta dengan John Mayer.

Hubungan Taylor dan John berawal ketika John meminta penyanyi berusia 20 tahun itu ikut mengisi lagu Half of My Heart dari album terbarunya, Battle Studies. Akhir Januari lalu, John mengunjungi kota asal Taylor, Nashville, untuk dinner bersama sekelompok pemusik. John sendiri berada di sana untuk pengambilan gambar salah satu episode Crossroads, yang juga akan menampilkan Keith Urban.

Hanya beberapa hari setelah itu, Taylor hadir memberikan dukungan saat pengambilan gambar berlangsung. Taylor datang bersama ibunya, dan duduk di baris kelima dari depan. Penyanyi country ini terlihat ikut asyik menyanyi ketika John Mayer tampil di atas panggung bersama Keith Urban. Tak jarang ia berdiri sambil bertepuk tangan, lalu membentuk kode cinta dengan kedua tangannya di dada.

Saking menyoloknya aksi Taylor ini, hingga sebuah stasiun radio dari Nashville melaporkan bahwa Taylor diantar balik ke kursinya, lalu dibawa ke backstage saat rehat. Entahlah apa yang terjadi saat itu, namun sebuah sumber mengatakan bahwa Taylor dan John lalu saling flirting.

"Taylor seperti remaja yang kesengsem dengan pria yang jauh lebih tua," ungkap sumber tersebut.

Sumber-sumber lain mengatakan bahwa usai pengambilan gambar, keduanya kembali dinner bersama gerombolan pemusik. Setelah itu, John dikabarkan menyelinap ke kamar hotel Taylor.

Love lesson for Taylor

Tentu saja, tak ada yang tahu apa yang dilakukan kedua orang ini di kamar. Banyak yang khawatir, Taylor bakal jadi korban John yang kesekian. Perempuan bersuara bening ini dianggap masih terlalu polos.

Nah, bayangkan bila ia terlibat hubungan cinta dengan John Mayer. Pria ini jelas punya daya tarik yang sulit ditolak (kalau tidak, mana mungkin Jessica Simpson dan Jennifer Aniston bisa benar-benar mau putus darinya). 

Di lain pihak banyak pula orang yang berpendapat bahwa Taylor tak perlu dikasihani. Setiap perempuan haruslah mendapatkan pelajaran cinta dari pengalaman berhubungan dengan berbagai tipe laki-laki. Di antara tipe-tipe tersebut, pastilah ada sosok bad boy seperti John Mayer. Selama hubungan tersebut tak menyebabkan kerugian fisik atau perlawanan terhadap hukum, Anda tak perlu mengkhawatirkannya.

Ketika Anda mencintai seseorang, namun orang itu memilih untuk meninggalkan Anda, tak perlu memintanya kembali. Biarkan ia pergi, karena selalu ada alasan dan makna di balik peristiwa tersebut. Agar Anda mendapatkan makna cinta yang lebih lengkap, akan lebih baik bila sebelumnya Anda telah bertemu Mr. Wrong. Karena meskipun hubungan dengannya tak berlanjut, setidaknya Anda telah belajar dari hal-hal seperti berikut:

* Mendapati si dia tengah berpelukan dengan perempuan lain di kafe, padahal sebelumnya ia mengatakan tak dapat menemani Anda ke acara keluarga karena harus meeting.
* Kekasih memanfaatkan Anda, entah karena uang, jabatan, atau apa pun kelebihan Anda, untuk kepentingannya sendiri.
* Sering dibohongi. Si dia tak pernah terus-terang mengenai pekerjaannya, atau latar belakang keluarganya.
* Diputuskan tiba-tiba, tanpa Anda ketahui apa kesalahan Anda yang sebenarnya. Tak lama Anda tahu si dia telah punya kekasih baru.
* Ditolak, meskipun sepanjang tahun ia terkesan menghujani Anda dengan perhatian. Ternyata, ia hanya merasa kesepian karena kekasihnya sedang di luar negeri.
* Si dia tiba-tiba sulit dihubungi, tak pernah membalas telepon Anda, dan akhirnya menghilang.
* Ia terus-terusan mengajak Anda flirting hingga Anda jatuh cinta berat, namun belakangan baru menyadari bahwa ia telah beristri.
* Si dia masih berhubungan dengan mantannya, dan diam-diam masih sering menemuinya. Ketika Anda meminta penjelasan, ia memilih untuk kembali pada mantannya.

Tentu, Anda tak harus berlama-lama bertahan dalam hubungan yang tak sehat seperti ini. Begitu Anda memahami apa yang telah terjadi selama ini, sebaiknya segera tinggalkan si dia dan jadikan hal itu sebagai pelajaran berharga.

Bagaimana menurut Anda, haruskah kita mendapatkan pengalaman buruk tentang cinta lebih dulu sebelum menemukan cinta sejati?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau