Bursa Calon Ketum Perpani masih Sepi

Kompas.com - 11/02/2010, 21:57 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Jati Waluyo mengatakan, hingga saat ini belum ada kandidat yang akan maju dalam pencalonan ketua umum (ketum) Perpani periode 2010-2014. Padahal, waktu pemilihan ketum sudah dekat.

"Meski waktu pemilihan sudah dekat, bursa calon ketua umum masih sepi. Hingga saat ini belum ada daerah yang mengajukan kandidat," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (11/2/10).

Musyawarah Nasional (Munas) dalam rangka pemilihan ketum Perpani periode 2010-2014 rencananya akan digelar di Jakarta pada 20 Februari mendatang. Saat ini Ketum Perpani dijabat oleh mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) Taufik Effendi.

Meskipun bursa pencalonan masih, menurut Jati, pihaknya optimistis akan muncul figur-figur baru pada pelaksanaan Munas nanti.

"Ketua umum sekarang telah mengisyaratkan tidak akan maju lagi pada bursa calon ketua umum Perpani periode 2010-2014 nanti karena kesibukan beliau yang padat. Jadi diperlukan figur baru," katanya seraya menambahkan, kriteria yang harus dipenuhi oleh calon ketum baru di antaranya adalah memiliki waktu yang cukup serta memiliki akses dalam upaya pencarian dana untuk pembinaan atlet di seluruh Indonesia.

"Kriteria itu memang cukup berat, apalagi terkait masalah dana. Semua juga tahu. Masalah klasik di seluruh cabang olahraga adalah dana," katanya.

Secara umum, kata dia, beban yang dipikul ketua umum baru cukup berat. Selain harus membenahi pembinaan di internal Perpani, ketum dan jajarannya harus secepatnya menyiapkan tim untuk maju pada event-event internasional.

"Tantangan yang harus dihadapi paling dekat adalah Asian Games di Guangzhu China tahun ini dan SEA Games 2011 mendatang," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau