SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polwiltabes Semarang, AKBP Asep Jenal, Kamis (11/2/2010) mengatakan, pihaknya telah menerjunkan dua tim untuk melacak keberadaan korban.
"Anggota di lapangan masih mencari informasi dan bukti-bukti yang berkaitan dengan hilangnya Sylvia untuk mengetahui apakah terdapat unsur penculikan atau tidak," katanya.
Hingga saat ini, katanya, belum ada indikasi yang mengarah kepada kasus penculikan.
"Kami tetap berusaha semaksimal mungkin agar kasus ini dapat cepat terungkap," katanya.
Pada Selasa (9/2), kakak kandung Sylvia, Maria Estela Karolina (25), melaporkan kasus hilangnya Sylvia ke Sentra Pelayanan Kepolisian Markas Polwiltabes Semarang.
Terakhir kali, Sylvia terlihat meninggalkan indekosnya pada 26 Januari 2010.
"Sejak saat itu, Sylvia tidak dapat dihubungi dan telepon selulernya juga sering tidak aktif, sedangkan teman-teman di kampus juga tidak ada yang mengetahui keberadaan korban," kata Maria.
Ia mengaku, sengaja datang dari kampung halamannya di Muara Jambi ke Semarang bersama suaminya sejak dua hari lalu untuk mencari keberadaan adiknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang