Iran Sesumbar Bisa Buat Pelat Bahan Bakar Nuklir

Kompas.com - 12/02/2010, 01:06 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Kepala badan tenaga atom Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan, pihaknya mampu membuat pelat bahan bakar nuklir yang diperlukan untuk proses riset reaktor dalam empat sampai lima bulan. Pernyataan ini dikeluarkan untuk menanggapi keraguan Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner, bahwa Iran bisa mengembangkan teknologi nuklir dalam programnya.

"Mereka mengatakan bahwa kami tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi pelat bahan bakar. Dia itu kan dokter. Kalau mereka mengatakan kami tak memiliki kapasitas, lantas mengapa mereka khawatir," sindir Salehi.

Sebelumnya, Kouchner memertanyakan kemampuan Iran untuk membuat pelat bahan bakar yang dibutuhkan untuk daya reaktor nuklirnya setelah Teheran menyatakan akan memulai pengayaan uranium ke tingkat 20 persen.

"Iran tidak tahu bagaimana membuat bahan bakar untuk reaktor medis. Lantas, untuk apa yang mereka inginkan dengan memperkaya uranium itu sampai 20 persen?" kata Koucher kepada wartawan di Paris hari Senin lalu.

Teknologi untuk mengkonversi 20 persen uranium yang diperkaya dimiliki oleh beberapa negara, termasuk Perancis. Pada hari Kamis, Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa produksi uranium yang diperkaya telah dilakukan.

Salehi juga menegaskan selama wawancara dengan televisi bahwa proses pengayaan dapat dilakukan dalam waktu 48 jam. Hal itu bisa dilakukan dengan sempurna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau