Benakat beli elnusa

Bursa Persoalkan Akuisisi Elnusa

Kompas.com - 12/02/2010, 08:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) langsung menggebrak begitu melantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Kemarin (11/2/2010), beberapa jam sebelum masuk bursa, perusahaan minyak dan gas bumi ini meneken perjanjian pembelian 37,15 persen saham PT Elnusa Tbk (ELSA). Harganya Rp 330 per saham atau total Rp 894,3 miliar.

"Kami baru menandatangani conditional sale and purchase agreement (CSPA) dengan PT Tridaya Esta sekitar pukul 04.00 WIB (Kamis)," kata Komisaris Benakat, Erry Firmansyah, kemarin. Dampak informasi ini, harga saham Benakat sempat terbang 67,86 persen dari harga penawaran perdana yang hanya Rp 140 menjadi Rp 235 per saham dan menyentuh batas auto rejection.

Tapi, langkah kuda Benakat itu mengundang perhatian BEI. "Demi kepentingan investor, seharusnya Benakat memberitahukan rencana pembelian ini dalam prospektus IPO (penawaran saham perdana ke publik)," kata Eddy Sugito, Direktur BEI, kemarin. Apalagi, Benakat sudah menjajakinya sejak beberapa bulan lalu. BEI akan memanggil manajemen Benakat untuk menjelaskan persoalan itu. "Pokoknya sesegera mungkin," tegas Eddy.

Ferdinand Dion, Sekretaris Perusahaan BIPI, mengakui, penjajakan akuisisi telah dilakukan bersamaan dengan peminat saham Elnusa lainnya. "Ini bukan untuk menutup-nutupi," imbuhnya.

Michael Rusli, Direktur Keuangan Benakat, menimpali, pihaknya membeli saham Elnusa tanpa terbebani utang dari penjual. "Kami menunggu penyelesaian utang Tridaya," katanya. Sembari itu, Benakat akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa awal bulan depan, dengan tujuan mengubah alokasi dana hasil IPO menjadi untuk membiayai akuisisi itu.

Saratoga pasrah

Uniknya, Bahana Securities, penasihat keuangan Tridaya, menyatakan tidak mengetahui keputusan kliennya menjual saham Elnusa ke Benakat. "Kami tidak tahu tentang itu," kata Eko Yuliantoro, Direktur Invesment Banking Bahana.

Sebelumnya Konsorsium Saratoga-Northstar telah menjadi penawar utama dan tengah mengurus proses pembelian saham Elnusa. Mereka telah menyepakati harga akuisisi Rp 450 per saham.

Namun, Sandiaga S. Uno, Pimpinan Grup Saratoga, mengaku baru mendengar kesepakatan Tridaya dan Benakat. "Saya baru dengar kabar dan menganalisis," ujarnya. Tapi, ia tidak memastikan apakah masih berminat mengakuisisi Elnusa.

Adapun Rosan Perkasa Roeslani, Presiden Direktur PT Recapital Advisors, penasihat Konsorsium Saratoga, mengaku telah diberitahu Tridaya mengenai kesepakatan baru itu beberapa waktu lalu. "Kami tidak bisa berbuat apa-apa," imbuhnya.

Analis BNI Securities, Muhammad Alfatih, meminta investor berhati-hati. Karena, sebelumnya, beberapa perusahaan gagal mengakuisisi Elnusa. (Yuwono Triatmodjo, Anna Suci Perwitasari, Abdul Wahid Fauzi/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau