BI: Hitungan Rp 6,5 Triliun Ada sejak Awal

Kompas.com - 12/02/2010, 14:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai bail out untuk menyelamatkan Bank Century sudah diprediksi sebesar Rp 6,5 triliun oleh Bank Indonesia sejak awal. Angka itu tertulis dalam lampiran surat resmi BI ke Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Hal tersebut ditegaskan oleh Deputi Gubernur BI Budi Rohadi ketika menerima kunjungan investigasi Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR, Jumat (12/2/2010).

Jawaban ini diberikan Budi Rohadi setelah anggota Pansus, Maruarar Sirait, memperingatkan BI soal kualitas, kelengkapan, dan akurasi data BI sebagai bahan informasi KSSK. Maruarar mempertanyakan apakah jumlah penggelontoran dana pertama sebesar Rp 632 miliar berasal dari BI atau tidak.

"Setelah kami putuskan, kami serahkan pengurusan bank ini ke KSSK. Dalam pengajuan surat ini kami sudah ungkapkan dua hal, pemenuhan CAR dan keperluan likuiditas. Kelihatan dalam lampiran surat kami, untuk CAR ditetapkan 1,7 (triliun) dan likuditas 4,7 (triliun). Jadi total 6,5. Jadi, sejak semula kami sudah keluarkan 6,5. Kalau meleset dan 6,7 triliun itu cuma meleset 200-an miliar saja," tuturnya.

Budi Rohadi juga mengatakan bahwa konsolidasi data sudah dilakukan bersama Sekretaris KSSK waktu itu, Raden Pardede. Waktu itu memang tertulis secara ofisial Rp 632 miliar. Namun, menurut Budi, BI menganggap kebutuhan akan menjadi Rp 1,7 triliun untuk menyelamatkan surat-surat berharganya. Budi Rohadi juga menegaskan bahwa dalam rapat 20 November 2008, dalam rapat Dewan Gubernur pertama, direktorat pengawasan menyampaikan analisis individual bank.

"Menurut mereka itu (Bank Century) adalah bank gagal, lalu kami uji di RDG. Terus itu terbukti dan kami tetapkan. Lalu, soal berdampak sistemik, ini giliran direktorat penelitian. Pada waktu itu diputuskan dalam RDG bahwa Bank Century itu ditengarai berdampak sistemik," tandas Budi Rohadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau