Demokrat Tuntut Permintaan Maaf Akbar Faisal

Kompas.com - 12/02/2010, 19:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat merasa terusik dengan tudingan anggota Pansus Hak Angket Bank Century, Akbar Faisal, yang menyebut salah satu nasabah Century, AR, sebagai salah satu penyumbang pasangan SBY-Boediono pada Pilpres 2009. Demokrat menilai, tudingan Akbar dianggap telah mencemarkan nama baik Demokrat.

"Si pelontar ini kan, Akbar Faisal, dia sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan anggota dewan terhormat, seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan yang tidak akurat. Kami menuntut permintaan maaf karena telah mencemarkan nama baik partai," kata Sekjen Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, Jumat (12/2/2010).

Jika tak mengajukan permohonan maaf, dikatakan Amir, pihaknya akan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum. "Menjadi oposisi juga harus menjaga kualitas akurasi apa yang disampaikannya apalagi menyangkut pihak lain," ujar Amir.

AR adalah nasabah Bank Century di Makassar yang menerima penjaminan miliaran rupiah. Ia merupakan pengusaha bengkel sukses di ibu kota Sulawesi Selatan itu. Pagi tadi, Akbar mengatakan bahwa AR adalah penyumbang dana kampanye SBY-Boediono. Belakangan, ia meralat ucapannya tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau