Cek perjalanan

Ketua MPR Jenguk Dudhie Makmun

Kompas.com - 13/02/2010, 03:19 WIB

Jakarta, Kompas - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas bersama sejumlah anggota MPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jumat (12/2), menjenguk Dudhie Makmun Murod di Rumah Tahanan Cipinang. Ikut dalam rombongan yang berangkat dari Gedung MPR sekitar pukul 16.30 ini adalah Tim Penasihat Hukum dari PDI-P.

Saat ditanya apakah ia akan menjenguk Dudhie, Taufiq menjawab singkat, ”Memangnya tak boleh?” Setelah itu, Ketua Dewan Pertimbangan PDI-P itu naik mobil Toyota Alphard hitam. Di sebelahnya duduk anggota Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan.

Kamis lalu, Dudhie Makmun Murod, anggota DPR periode 1999-2004 yang kini Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diduga terlibat kasus penyuapan anggota DPR saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom tahun 2003 (Kompas, 12/2).

Dari Semarang, Jawa Tengah, Jumat, dilaporkan, mantan anggota DPR, Agus Condro Prayitno, menilai, penahanan Dudhie belum bisa menjadi indikator kemajuan KPK dalam menangani dugaan penyuapan saat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2003. Level Dudhie dalam kasus itu hanya operator pembagi, bukan auktor intelektualis.

Agus, yang diberhentikan sebagai anggota DPR oleh PDI-P karena mengungkapkan kasus dugaan penyuapan ini, menyatakan, penahanan Dudhie, Udju Djuhaeri, dan Endin AJ Soefihara bukan sebuah kemajuan ketimbang kasus suap lain yang menyeret anggota DPR periode 2004-2009, seperti Al Amin Nasution maupun Bulyan Royan. Namun, ia yakin KPK bisa menuntaskan kasus yang dilaporkannya. (nwo/dik)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau