Jakarta, Kompas
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Budhihardjo, Jumat (12/2) di Jakarta Pusat, mengatakan, dari 114 anak jalanan itu, 96 anak di antaranya mengalami kasus serius. Mereka diperas, diperbudak, dipukuli, dilecehkan, bahkan diperkosa.
”Dinas sosial juga menemukan seorang anak lelaki usia delapan tahun di Jakarta Timur yang menjadi korban sodomi Baekuni alias Babeh. Dia mau bersaksi untuk membongkar semua kejahatan Babeh,” kata Budihardjo.
Di Mampang, dinas sosial juga menemukan tiga anak jalanan berusia 8 sampai 10 tahun yang diperbudak sebuah kelompok. Salah satu anak gadis mengaku pernah diperkosa oleh pengurus kelompok tersebut.
”Saya menemukan anak gadis ini bersama dua rekannya. Mereka dipaksa mengamen dan membawa pulang uang hasil kerja agar boleh masuk dan bermalam di bangunan milik kelompok itu,” kata Ida Roesmanida, petugas lapangan dinas sosial.
Eksploitasi anak jalanan juga dilakukan oleh orangtua mereka sendiri. Di Lebak Bulus, ada anak yang dipaksa orangtuanya agar bekerja seusai sekolah, dari pukul 14.00 sampai 21.00.
Di Bulungan, ada anak-anak yang dipaksa mengamen oleh ibu mereka. Uang hasil mengamen itu justru digunakan untuk berjudi oleh para ibu tersebut.
Budhihardjo mengatakan, pihaknya sedang bekerja sama dengan polisi untuk menangkap dan memenjarakan orang-orang yang mengeksploitasi anak di jalanan. Adapun anak-anak jalanan itu akan dilindungi dan dibina oleh dinas sosial.