Kesejahteraan anak

Anak Jalanan Berharap Dapat Perlindungan

Kompas.com - 13/02/2010, 04:31 WIB

Jakarta, Kompas - Pendataan masalah yang dialami anak jalanan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta membuahkan hasil mencengangkan. Sebanyak 114 anak jalanan dari 2.000 anak yang didata kemudian meminta perlindungan karena berbagai masalah kekerasan yang sering mereka alami.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Budhihardjo, Jumat (12/2) di Jakarta Pusat, mengatakan, dari 114 anak jalanan itu, 96 anak di antaranya mengalami kasus serius. Mereka diperas, diperbudak, dipukuli, dilecehkan, bahkan diperkosa.

   ”Dinas sosial juga menemukan seorang anak lelaki usia delapan tahun di Jakarta Timur yang menjadi korban sodomi Baekuni alias Babeh. Dia mau bersaksi untuk membongkar semua kejahatan Babeh,” kata Budihardjo.

Di Mampang, dinas sosial juga menemukan tiga anak jalanan berusia 8 sampai 10 tahun yang diperbudak sebuah kelompok. Salah satu anak gadis mengaku pernah diperkosa oleh pengurus kelompok tersebut.

”Saya menemukan anak gadis ini bersama dua rekannya. Mereka dipaksa mengamen dan membawa pulang uang hasil kerja agar boleh masuk dan bermalam di bangunan milik kelompok itu,” kata Ida Roesmanida, petugas lapangan dinas sosial.

Eksploitasi anak jalanan juga dilakukan oleh orangtua mereka sendiri. Di Lebak Bulus, ada anak yang dipaksa orangtuanya agar bekerja seusai sekolah, dari pukul 14.00 sampai 21.00.

Di Bulungan, ada anak-anak yang dipaksa mengamen oleh ibu mereka. Uang hasil mengamen itu justru digunakan untuk berjudi oleh para ibu tersebut.

Budhihardjo mengatakan, pihaknya sedang bekerja sama dengan polisi untuk menangkap dan memenjarakan orang-orang yang mengeksploitasi anak di jalanan. Adapun anak-anak jalanan itu akan dilindungi dan dibina oleh dinas sosial. (ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau