Chris John Masuki Program Penstabilan Berat Badan

Kompas.com - 13/02/2010, 21:30 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Pemegang gelar super champions kelas bulu WBA, Chris John, memasuki program penstabilan berat badan untuk persiapan pertarungan di Bali, awal April 2010. Pasalnya, saat ini bobot Chris John naik drastis pascapertarungan melawan Rocky Juarez tahun lalu.

"Kabar terakhir, dia mulai memasuki program latihan, terutama untuk menstabilkan berat badannya," kata istri Chris John, Anna Maria Megawati, Sabtu (13/2/10).

Menurut ibu dua orang putri, Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani, tersebut, waktu istirahat sekitar empat bulan usai bertarung melawan petinju Amerika Serikat, Rocky Juarez, membuat berat badan suaminya melonjak tajam. Ia menyebutkan, saat itu berat badan Chris John antara 65-67 kilogram atau naik sekitar 10 kilogram dari berat normal.

"Makanya, sekarang ini sedang menstabilkan berat badannya," kata mantan atlet wushu Jateng tersebut.

Ia menambahkan, latihan yang dijalani Chris John juga belum terlalu berat. "Dia tidak boleh terlalu lelah karena baru saja sakit (beberapa waktu lalu sempat dirawat di RS Tlogorejo Semarang karena sakit demam berdarah). Biasanya sakit seperti ini mudah kambuh," tuturnya.

Meskipun belum mendapatkan lawan, petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, sudah menjalani latihan di Sasana Herry`s Gym di Perth, Australia. Yang bersangkutan bertolak ke Australia (dari Bali), 30 Januari 2010.

Sementara itu, Asisten Manajer Herry`s Gym, Toni Priatna yang ditanya soal lawan yang bakal dihadapi Chris John pada pertarungan perebutan gelar mendatang, mengatakan, sampai kini dirinya belum tahu perkembangannya.

"Nanti kalau sudah ada perkembangan, akan saya kabari," ujarnya menambahkan.

Seperti diwartakan sebelumnya, Promotor Chris John, Zaenal Thayeb, mengatakan, tiga petinju masuk nominasi untuk menjadi lawan Chris John,

"Kalau satu tidak bisa diganti dengan yang lain. Saya belum tahu nama ketiga petinju tersebut karena masih dilakukan negosiasi oleh penata tanding Chris John," papar pemilik Sasana Mirah Boxing Camp tersebut, yang menambahkan bahwa mereka adalah petinju yang masuk peringkat 10 besar WBA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau